Rabu 26 Jul 2023 02:01 WIB

Gejala Long Covid Mengerucut Jadi 12, Apa Saja?

Sebelumnya, terdapat 200 gejala yang diduga terkait dengan long Covid.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Kelelahan (ilustrasi). Tingkat keparahan dari gejala long Covid bervariasi, dari yang agak ringan hingga yang parah dan melemahkan.
Foto: www.freepik.com
Kelelahan (ilustrasi). Tingkat keparahan dari gejala long Covid bervariasi, dari yang agak ringan hingga yang parah dan melemahkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah bertahun-tahun mencoba mendiagnosis dengan tepat apa itu long Covid, penelitian terbaru telah mengerucutkannya menjadi hanya beberapa gejala saja. Jika sebelumnya terdapat lebih dari 200 gejala yang diduga terkait dengan long Covid.

Kini, terpantau ada 12 gejala yang paling umum dan konsisten. Sejak virus corona pertama kali menjadi krisis kesehatan global, laporan tentang efek kronis dan jangka panjang pasca infeksi telah menyebar luas. Gejala-gejala ini termasuk kabut otak, kelelahan, dan hilangnya fungsi penciuman.

Baca Juga

Tingkat keparahan dari gejala-gejala ini juga bervariasi dari yang agak ringan hingga yang parah dan melemahkan. Satu-satunya kriteria untuk mendiagnosis long Covid adalah gejala yang menetap, kambuh, atau gejala baru yang muncul 30 hari atau lebih setelah infeksi.

photo
Brain fog usik penyintas Covid-19. - (Republika)

Seperti dilansir Jerusalem Post, Selasa (25/7/2023), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, ada lebih dari 200 gejala berbeda yang terkait dengan long Covid. Namun, sebuah kolaborasi peneliti Amerika berhasil melihat data pasien dari hampir 10 ribu orang, 8.646 di antaranya pernah terinfeksi Covid-19 dan 1.118 lainnya tidak pernah terinfeksi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement