Selasa 25 Jul 2023 23:25 WIB

Jarang Diketahui, Gejala Demensia Dapat Terlihat dari Kebiasaan Makan

Kehilangan memori adalah tanda umum demensia.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Demensia (ilustrasi). Banyak orang yang hidup dengan demensia mungkin mengalami perubahan dalam hubungannya dengan makanan, makan, dan minum.
Foto: www.pixabay.com
Demensia (ilustrasi). Banyak orang yang hidup dengan demensia mungkin mengalami perubahan dalam hubungannya dengan makanan, makan, dan minum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekitar 900 ribu orang Inggris saat ini hidup dengan demensia. Sementara itu, terdapat 35,6 juta orang dengan demensia di Indonesia pada 2010.

Diperkirakan, jumlah penderitanya akan meningkat dua kali lipat setiap 20 tahun, yakni menjadi 65,7 juta di tahun 2030 dan 115,4 juta di tahun 2050, menurut Kemkes.go.id pada 2022. Dengan populasi saat ini, kemungkinan jumlah itu akan terus meningkat karena bertambahnya usia adalah faktor risiko terbesar untuk penyakit yang menyerang otak.

Baca Juga

Demensia adalah salah satu penyebab utama kematian secara global. Penyakit ini juga memberikan rasa sakit dan penderitaan bagi mereka yang mengidapnya dan orang-orang di sekitar mereka.

Sebuah obat baru, bernama donanemab, telah terbukti dapat memperlambat perjalanan penyakit demensia. Namun, obat yang berpotensi menjadi terobosan ini masih dalam tahap uji coba. Jadi sebelum tersedia, alangkah baiknya mendeteksi penyakit lebih awal untuk mengatasinya dengan cara yang terbaik.

Kehilangan memori adalah tanda umum yang disadari kebanyakan orang. Tapi, tahukah Anda bahwa demensia juga bisa memengaruhi nafsu makan?

Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), banyak orang yang hidup dengan demensia mungkin mengalami perubahan dalam hubungannya dengan makanan, makan, dan minum.

photo
Demensia frontotemporal, penyakit yang mengusik Bruce Willis. - (Republika)

Beberapa orang dengan penyakit ini bisa mengalami nafsu makan yang buruk atau makan berlebihan. Ini terutama terjadi pada mereka yang menderita demensia frontotemporal, menurut Alzheimer’s Society.

Orang yang mendidap penyakit ini juga lebih cenderung mengembangkan obsesi terhadap makanan tertentu. Seiring perkembangan penyakit, beberapa penderita mungkin mengalami kesulitan mengunyah dan menelan, menurut NHS, seperti dilansir dari The Sun, Selasa (25/7/2023).

Bergantung pada individu, perubahan ini dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, atau penambahan berat badan. Namun, penderita demensia harus tetap mengonsumsi makanan yang seimbang.

Hal ini termasuk makan setidaknya lima porsi buah dan sayuran setiap hari, banyak serat, sumber protein dan lemak. Penting juga untuk minum setidaknya enam hingga delapan cangkir cairan sehari, seperti air, teh, atau labu.

Tanda-tanda awal lain dari kondisi tersebut meliputi:

- Hilang ingatan

- Kesulitan berkonsentrasi

- Merasa sulit untuk melakukan tugas sehari-hari yang biasa, seperti bingung tentang perubahan yang benar saat berbelanja

- Berjuang untuk mengikuti percakapan atau menemukan kata yang tepat

- Menjadi bingung tentang waktu dan tempat

- Perubahan suasana hati

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement