Senin 17 Jul 2023 05:10 WIB

Chelsea Islan Alami Gejolak Batin, Ada Apa?

Chelsea mengaku alami pergolakan batin saat pementasan teater.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Natalia Endah Hapsari
Chelsea Islan dipercaya memerankan karakter Ariyah di pementasan teater Ariyah dari Jembatan Ancol.
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Chelsea Islan dipercaya memerankan karakter Ariyah di pementasan teater Ariyah dari Jembatan Ancol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Chelsea Islan dipercaya memerankan karakter Ariyah di pementasan teater “Ariyah dari Jembatan Ancol”. Aktris berusia 28 tahun ini mengatakan bahwa perannya ini cukup menantang, bahkan ia pun mengalami pergolakan batin selama proses pendalaman karakter.

“Di sini kalau aku harus cerita memang banyak pergolakan batin saat harus menjiwai karakter ini, dan memerankannya di panggung teater. Tapi pengalaman ini luar biasa banget, karena aku bisa berkarya lagi. Terima kasih buat Titimangsa udah kasih kepercayaan lagi ke aku,” kata Chelsea dalam konferensi pers di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta, pekan lalu.

Baca Juga

Menurut Chelsea, tantangan yang paling berat dari pementasan ini adalah dirinya harus bisa merepresentasikan sosok Ariyah di masa lalu dan masa kini. Pementasan produksi Titimangsa Foundation ini memang akan disajikan dengan cerita, plot, hingga sudut pandang yang unik termasuk memberikan gambaran bagaimana Ariyah di tahun 1817 dan masa kini (2023).

“Kalian pasti pernah menonton Si Manis Jembatan Ancol sebelumnya, dan di sini kita itu ngemasnya berbeda dan unik. Jadi harus ditonton banget,” kata Chelsea.

Ini bukan kali pertama Chelsea bermain teater dan bekerja sama dalam produksi Titimangsa. Ia sebelumnya pernah bermain di pertunjukan “Bunga Penutup Abad” dan beradu peran dengan Reza Rahardian.

Pementasan teater “Ariyah dari Jembatan Ancol” diawali tahun 1817-an di mana Ariyah, seorang wanita yang menjadi jaminan utang ibunya kepada juragan Tambas. Namun, ketika mereka tidak bisa membayar utang, Ariyah terpaksa menjadi istri muda si juragan. Hal itu mendapat pemberontakan dari kekasihnya Karim yang akhirnya berujung pada tragedi dan kematian keduanya.

Mayat Ariyah dibuang di Jembatan Ancol, sedangkan mayat Karim tidak diketahui keberadaannya. Ariyah yang tidak merasa dirinya mati akhirnya gentayangan mencari kekasihnya. Ia juga gentayangan karena tak sempat meminta maaf dan berpamitan pada ibunya setelah usulnya menjadi jaminan utang berakhir petaka.

Di masa kini, Ariyah yang gentayangan bertemu bersama Yulis, Yudha, dan Tante Mus yang berusaha menghadapi mafia tanah bernama Bos Mintarjo yang mengancam rumah mereka. Dalam prosesnya, hubungan masa lalu dan aroma kayu manis menjadi kunci dalam memecahkan misteri yang melibatkan cinta, dendam, dan keberanian.

Disutradarai Joned Suryatmoko dan Heliana Sinaga, produksi Titimangsa ke-63 tersebut akan berlangsung pada 27-28 Juli 2023 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement