REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Burnout selama ini identik dengan tekanan kerja pada orang dewasa. Namun, kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres berkepanjangan itu juga dapat dialami anak-anak yang sudah bersekolah.
Pakar kesehatan mental dan kepala kesejahteraan mental di Roundglass Living, Prakriti Poddar, mengatakan tekanan akademik yang konstan dapat membuat anak mengalami kelelahan secara emosional. Ketika terlalu dituntut untuk memiliki nilai bagus, anak juga berisiko mengalami stres dan burnout.
"Burnout akademik telah menjadi epidemi yang diam-diam, dan dapat muncul berbeda pada setiap anak. Pada sebagian anak, ini muncul sebagai perfeksionisme dan kecemasan. Pada yang lain, ini terlihat sebagai penarikan diri dari hal-hal yang mereka sukai," kata Prakriti dikutip dari Hindustan Times, Senin (27/4/2026).
Gejala burnout pada anak pun beragam. Sebagian anak cenderung memendam tekanan dan terus memaksakan diri, sedangkan yang lain menunjukkan perubahan perilaku seperti menjadi lebih pendiam, gelisah, mudah marah, atau kehilangan minat.