Sabtu 17 Jun 2023 23:30 WIB

Momen 'Pilu' Akhiri Konser Tunggal Yura Yunita di Jakarta

Duet dengan Glenn Fredly seolah jadi pembuka pintu karier Yura di industri musik.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Rangkaian konser Yura Yunita bertajuk Pertunjukan Tutur Batin Live in Concert yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (16/6/2023).
Foto: Republika/Rahma Sulistya
Rangkaian konser Yura Yunita bertajuk Pertunjukan Tutur Batin Live in Concert yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (16/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Pertunjukan Tutur Batin Live in Concert" Yura Yunita ditutup dengan enam lagu yang membuat pilu. Pada penghujung acara, sebuah topi milik Glenn Fredly diletakkan di atas sebuah kursi. Suara mendiang Glenn menggema hingga menimbulkan rasa pilu di semua hati penonton.

“Ini adalah lagu doa di sepertiga malam, lagu ini aku ciptakan saat aku merasa resah, gelisah, memohon petunjuk. Apakah kalian hari ini sudah merasa tenang?,” kata Yura kepada penonton yang hadir dalam konser tunggalnya di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (16/6/2023), lalu membawakan lagu “Tenang”.

Baca Juga

Selain itu, lagu-lagu haru seperti “Jalan Pulang”, “Dunia Tipu-Tipu”, dan “Tutur Batin” juga menjadi lagu save the best for the last. Yura juga membawakan lagu “Buka Hati” secara akapela bersama paduan suara, terdengar indah dan harmoni sekali.

Puncak pilu tiba kala topi yang biasa dipakai mendiang Glenn Fredly diletakkan di atas sebuah kursi, lalu Yura duduk pula di sebelah topi itu. “Lagu ini menjadi persembahan juga untuk yang sedang aku rindukan, pahlawan hidupku,” ucap Yura yang kemudian berkumandang intro lagu “Cinta dan Rahasia”.

 

Lagu duet Yura dengan Glenn tersebut dirilis pada 2014, dan sejak saat itu, Yura semakin dikenal oleh publik luas. Jika dalam film ada suara musik yang dapat mendukung adegan, maka saat konser musik, cahaya lampu yang mendukung untaian lirik demi lirik.

Cahaya lampu yang tepat dalam konser tunggal Yura ini, dapat memberikan dramatisasi pada lagu-lagunya dengan sangat menyentuh. Yura tak kuasa menahan tangisnya membawakan lagunya, tak peduli ada bagian lagu yang terdengar fals karena air matanya tak tertahankan.

Yura tidak hanya mendapatkan kejutan ucapan ‘HBD Yura (emoji love)’ dari bangku penonton karena ia baru merayakannya pada 9 Juni lalu, tetapi ia juga mendapat kejutan dengan kehadiran istri Glenn, Mutia Ayu. Ia juga tampak didampingi dengan manajer Glenn yang juga manajer pertama Yura, Anastika Ardiana.

"Pertunjukan Tutur Batin Live in Concert Yura Yunita" berhasil membuat Hip Hip Yura dibawa ke dalam roller coaster emosi. Dibuat takjub dengan budaya yang dibalut musik gembira, menangis karena ingat keluarga, dibuat bahagia lagi dengan keceriaan lagu-lagunya, dan terakhir dibuat terisak lagi.

Kental nuansa Sunda

 

Yura Yunita merupakan salah satu penyanyi perempuan Indonesia yang selalu menjunjung unsur budaya Indonesia, khususnya Sunda. Begitu pula pada konser tersebut.

Sejak dibuka, unsur budaya Sunda sudah ditampilkan lewat sinden Sunda, serta bajunya di atas panggung yang membuat Yura tampak bak Srikandi. Yura membawakan 20 lagu dalam dua jam penampilannya.

Remake “Risalah Hati” yang dibawakannya dalam konser ini, menghadirkan kemunculan wayang yang ditampilkan dalam video di layar besar. Di tengah lagu, cengkok sinden Sunda diselipkan dan itu justru memperindah lagu yang dipopulerkan oleh Dewa 19 ini.

Tidak hanya itu, ada seorang penari topeng Cirebon yang berpakaian serba merah mengiringi sinden Sunda Yura dan menari sampai lagu ini habis. Suasana venue juga diterangi lampu merah membuat lagu semakin terasa dramatis.

Di tengah konser, Yura juga membawakan lagu “Kataji” yang liriknya berbahasa Sunda namun musiknya jaz. Lagu yang dirilis pada 2014 ini bermakna terpikat, mengisahkan bagaimana seorang perempuan jatuh cinta pada lelaki yang suka "bermain api" tapi perempuan itu tetap suka.

Pada lagu ini, sejumlah figur publik yang ikut hadir menonton juga disorot, seperti Fadil Jaidi, Isyana Sarasvati, Afgan, Bunga Citra Lestari (BCL), Gamal dan Audrey, Sheila Dara, Gading Martin, Gisel, dan Gempi. Serta puncaknya adalah ketika Yura membawakan lagu “Bandung”, dengan menaiki sisingaan. Sisingaan sendiri merupakan pertunjukan asal Sunda yang diangkat oleh empat orang dan satu orang duduk menungganginya, biasanya yang naik ke atas sisingaan ini anak kecil yang baru saja selesai disunat.

Penampilan Yura ini sontak membuat semua penonton terkejut sembari berteriak menyambut sisingaan itu. Panggung juga diramaikan dengan para penari Jaipong yang berpakaian serba biru, membuat lagu “Bandung” terasa sangat meriah karena Yura benar-benar all out.

Di lagu “Balada Sirkus” dan “Takkan Apa”, Yura memanggil kelompok musik Tanjidor dengan beberapa alat musik petik khas Indonesia. Yura juga sudah berganti atasan dengan warna serba putih, serta selendang putih yang dibiarkan tergerai dari bahu menjulai hingga mata kakinya.

Malam Sabtu kemarin, Yura Yunita benar-benar membawa penonton tertawa, menangis, tertawa, dan menangis lagi. "Pertunjukan Tutur Batin Live in Concert" membangun roller coaster hati seluruh penonton yang hadir.

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement