Kamis 18 May 2023 12:24 WIB

Kesaksian Sopir Taksi, Harry dan Meghan Gugup Kejar-kejaran dengan Paparazzi

Harry dan Meghan gugup karena dikejar paparazzi saat perjalanan dari kantor polisi.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nora Azizah
Meghan Markle dan Pangeran Harry.
Foto: EPA-EFE/REMKO DE WAAL
Meghan Markle dan Pangeran Harry.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Supir taksi New York, Amerika Serikat (AS) Sukhcharn Singh mengatakan, Duke dan Duchess of Sussex yang ia bawa untuk menghindari fotografer tampak gugup sepanjang perjalanan selama 10 menit itu. Singh mengatakan, ia menjemput Harry dan Meghan di kantor polisi di Midtown Manhattan. 

Dalam pernyataannya juru bicara Harry dan Meghan mengatakan dikejar tanpa henti selama lebih dari dua jam. Tapi Singh yang mengantar pasangan itu tidak merasa sedang dikejar-kejar paparazzi. 

Baca Juga

"Saya sedang di 67th Street dan kemudian seorang penjaga keamanan memanggil saya. Hal berikutnya yang saya ketahui, Pangeran Harry dan istrinya naik ke taksi saya," kata Singh pada BBC, dikutip Kamis (18/5/2023). 

"Kami terhalang truk sampah dan tiba-tiba paparazzi datang dan memotret," katanya. 

Harry dan Meghan memberitahu tujuan mereka, ketika penjaga keamanan menelepon untuk kembali kantor polisi. "Mereka tampak gugup, saya kira mereka dikejar sepanjang hari atau sesuai, mereka cukup gugup, tapi ada penjaga di sana," kata Singh. 

Juru bicara Harry dan Meghan mengatakan, pasangan itu hampir mengalami bencana kejar-mengejar pada Selasa (16/5/2023). Kepolisian New York mengkonfirmasi insiden tersebut dan mengatakan sejumlah fotografer membuat perjalanan mereka terhambat.

Pasangan itu sedang berada di New York untuk menghadiri acara penganugerahan Ms Foundation Women of Vision Awards bersama ibu Meghan, Doria Ragland. Mereka dikejar paparazzi saat meninggalkan kegiatan itu dan berlindung sebentar di kantor polisi Manhattan tempat Singh menjemput mereka. Singh mengatakan, selama beberapa menit di dalam taksinya, ia yakin Harry dan Meghan tidak dalam bahaya. 

"Saya kira itu tidak benar, saya pikir itu semua dilebih-lebihkan dan semacam itu, jangan terlalu banyak membacanya," kata Singh dalam pernyataannya. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement