Rabu 17 May 2023 04:40 WIB

CISC Minta Penderita Lakukan Pengecekan Kanker Dini

Penderita penyakit baru sadar mengidap kanker saat sudah berada di stadium akhir.

Kanker (ilustrasi). Pusat Informasi dan Dukungan Kanker (Cancer Information and Support Centre/CISC) Indonesia meminta para penderita penyakit itu untuk melakukan pengecekan lebih dini agar potensi perkembangannya bisa dicegah.
Foto: PxHere
Kanker (ilustrasi). Pusat Informasi dan Dukungan Kanker (Cancer Information and Support Centre/CISC) Indonesia meminta para penderita penyakit itu untuk melakukan pengecekan lebih dini agar potensi perkembangannya bisa dicegah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Informasi dan Dukungan Kanker (Cancer Information and Support Centre/CISC) Indonesia meminta para penderita penyakit itu untuk melakukan pengecekan lebih dini agar potensi perkembangannya bisa dicegah.

"Kami ingin para penderita kanker bisa lebih dini untuk melakukan pengecekan kanker agar potensi perkembangan kankernya bisa dicegah," kata Ketua II CISC Indonesia, Maria, dilansir Antara di Jakarta.

Baca Juga

Ia menjelaskan, selama ini tren di Tanah Air adalah para penderita penyakit baru sadar mengidap kanker saat sudah berada di stadium akhir. CISC mengajak semuanya untuk selalu menjaga kesehatan dan bagi para penderita kanker agar tidak menyerah.

Ia juga mengatakan dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-20 CISC, pihaknya sempat mengadakan festival perlombaan yang bertemakan budaya bersamaan dengan bazar di Sarinah. Dalam acara itu CISC berusaha menghadirkan pernak-pernik budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Sumatra Utara, NTT, Papua dan beberapa daerah lainnya yang ada di Indonesia.

Maria melanjutkan, acara ini untuk membangun motivasi bersama bahwa kanker bukanlah akhir dari segalanya. "Kanker bukan berarti menyerah dengan hidup," katanya.

Ia mengaku, semua yang terlibat agenda itu adalah para pasien kanker dan kebanyakan dari mereka sudah berada pada stadium empat kanker dan sisanya adalah para penyintas.

Data yang dihimpun Antara dari Global Burden of Cancer (Globocan) melalui Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat kanker sampai dengan 2018 sebesar 18,1 juta kasus dan 9,6 juta kematian pada 2018. Sementara itu, berdasarkan data Globocan 2020, pada 2020, di Indonesia terdapat 396.914 kasus baru kanker, dengan 234.511 kematian akibat kanker. Kematian akibat kanker diperkirakan akan terus meningkat hingga lebih dari 13,1 juta pada 2030 jika tidak segera diantisipasi mulai sekarang.

International Agency for Research on Cancer (IARC) memperkirakan bahwa satu di antara lima penduduk laki-laki dan satu di antara lima penduduk perempuan di seluruh dunia akan menderita kanker sepanjang hidupnya. Satu di antara delapan dan satu di antara sebelas perempuan tersebut akan meninggal karena kanker.

Penyakit kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dengan 65.858 kasus dan kanker leher rahim yaitu 36.633 kasus. Sedangkan, penyakit kanker yang banyak menyerang laki-laki yang tertinggi adalah kanker paru yaitu 34.783 kasus dan kolorektal yaitu 34.189 kasus.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement