Selasa 11 Apr 2023 09:17 WIB

Tingkatkan Produksi, Kementerian ESDM Tawarkan Tiga Wilayah Kerja Migas

Pemerintah mengupayakan peningkatan produksi migas nasional secara berkelanjutan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ilustrasi Wilayah Kerja Migas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerasl (ESDM) kembali menawarkan tiga Wilayah Kerja (WK) Migas untuk tahap I 2023. Ketiga wilayah tersebut yakni Akia, Beluga, dan Bangara I.
Foto: Pertamina
Ilustrasi Wilayah Kerja Migas. Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerasl (ESDM) kembali menawarkan tiga Wilayah Kerja (WK) Migas untuk tahap I 2023. Ketiga wilayah tersebut yakni Akia, Beluga, dan Bangara I.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerasl (ESDM) kembali menawarkan tiga Wilayah Kerja (WK) Migas untuk tahap I 2023. Ketiga wilayah tersebut, yakni Akia, Beluga, dan Bangara I.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji menuturkan, melalui penawaran WK migas tersebut, pemerintah mengupayakan peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional secara berkelanjutan. WK migas pertama yakni Akia berada di Lepas Pantai Kalimantan Utara seluas 8.394 kilometer (km) persegi. Adapun mekanisme dilakukan dengan penawaran langsung.

Baca Juga

Ini merupakan WK eksplorasi dengan perkiraan sumber daya sebesar 2 billion barel oil (BBO) minyak dan 9 triliun cubic feet (TCF) gas. Lokasi WK Akia ini berdekatan dengan beberapa WK yang sudah terbukti potensi hidrokarbonnya seperti Tarakan, Bunyu dan Nunukan.

WK Beluga berlokasi di Lepas Pantai Natuna Barat dan merupakan WK Eksplorasi dengan perkiraan sumber daya sebesar 360 juta barel oil (MMBO) minyak dan 50 billion cubic feet (BCF) gas. Lokasi WK Beluga ini dekat dengan Natuna Selatan Sea Block B, Duyung, Natuna Sea Block A, Udang dan Kakap. WK migas tersebut sudah terbukti potensi hidrokarbonnya.

Selanjutnya, WK Bengara I berlokasi di Dataran Kalimantan Utara, merupakan WK Eksplorasi dengan perkiraan sumber daya sebesar 90 juta barel oil equivalent (MMBOE) minyak dan gas. Lokasinya juga berdekatan dengan WK yang potensi hidrokarbonnya sudah terbukti, seperti WK Simenggaris dengan produksi berupa gas bumi.

Tutuka menguraikan, seluruh skema kerja sama pengelolaan WK Migas menggunakan skema bagi hasil cost recovery.

"Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan kegiatan hulu migas di dalam negeri, dengan terus melakukan improvement dalam sistem pengelolaan minyak dan gas bumi sehingga dapat meningkatkan keyakinan investor dalam melakukan investasi," ujar Tutuka dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/4/2023).

Studi dalam rangka mencari potensi migas di indonesia terus dilakukan untuk kemudian dapat dilakukan penawaran WK migas kepada investor. Tutuka mengatakan, pemerintah juga akan menyiapkan beberapa WK yang berpotensi lainnya untuk kembali dapat ditawarkan kepada investor.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement