Kamis 30 Mar 2023 09:29 WIB

Giring Komentari Soal Keputusan FIFA, Warganet Desak PSI Cabut Dukungan ke Ganjar

Giring menyerukan setop politisasi olahraga.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha dalam perayaan HUT ke-7 PSI di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Mantan vokalis grup band Nidji ini mengungkapkan rasa sedih dan kecewanya atas keputusan FIFA yang membuat Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala U-20.
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha dalam perayaan HUT ke-7 PSI di Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Mantan vokalis grup band Nidji ini mengungkapkan rasa sedih dan kecewanya atas keputusan FIFA yang membuat Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala U-20.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Giring Ganesha, mantan vokalis grup band Nidji, turut mengomentari keputusan FIFA yang membatalkan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Menurutnya, kabar tersebut jelas menimbulkan kesedihan buat semua.

"Para penggemar sepak bola sudah menantikan event ini," ujarnya melalui akun Instagram resmi miliknya @giring, Kamis (30/3/2023).

Baca Juga

Pria yang kini fokus dalam dunia politik membagikan video yang mengungkapkan rasa kekecewaannya atas pembatalan itu. Giring mengatakan dirinya dan juga Partai Solidarits Indonesia (PSI) yang dipimpinnya mendukung Palestina 100 persen.

Mereka juga mengecam apa yang sudah dilakukan Israel kepada Palestina. Akan tetapi, Giring mempertanyakan bentuk dukungannya.

"Apakah harus menghalangi timnas Israel untuk main di Indonesia, yang mana hal itu bisa menyebabkan gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia U20 negara sendiri. Jangan sampai kita mendukung kemerdekaan negara lain dengan mengubur cita-cita anak muda negara kita sendiri," ujar Giring yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI periode 2019-2024.

Lagi pula, menurut Giring, Pemerintah Palestina sudah berbicara lewat kedutaan besarnya di Indonesia. Giring mengatakan masyarakat dapat mendukung Palestina dengan cara-cara lain yang lebih elegan.

Giring lantas menjadikan pertandingan sepak bola di Swiss beberapa waktu lalu. Ketika tanding melawan Israel, penonton kompak mengangkat bendera Palestina hingga jadi pemberitaan dimana-mana.

"Suarapun tersampaikan."

Kaitan dengan politik

Giring kemudian mempertanyakan alasan penolakan baru muncul setelah perwakilan Israel berkali-kali datang ke Indonesia, setelah event yang benar-benar ditunggu masyarakat malah baru terjadi penolakan.

"Kalau memang ada unsur-unsur politis yang memengaruhi hal ini, berarti bener kan ada yang diubah di politik Indonesia," ujar Giring.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement