Rabu 15 Mar 2023 21:17 WIB

Adinia Wirasti Pertahankan Kulit Gelap Sejak Awal Karier, 'Enggak Merasa Masalah'

Bagi Adinia, definisi cantik adalah merasa nyaman terhadap diri sendiri.

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Adinia Wirasti. Adinia sedikit bercerita tentang penerimaan warna kulitnya sejak awal berkarier di dunia hiburan. (ilustrasi)
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Adinia Wirasti. Adinia sedikit bercerita tentang penerimaan warna kulitnya sejak awal berkarier di dunia hiburan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Adinia Wirasti berbagi makna cantik bagi dirinya. Dia juga sedikit bercerita tentang penerimaan warna kulitnya sejak awal berkarier di dunia hiburan.

“Dari dulu aku mempertahankan kulit yang cukup gelap di awal karier, emang gelap kulitnya, enggak merasa masalah, dari awal selalu berusaha untuk memaafkan diri sendiri,” kata Adinia dalam kampanye Make Over Beauty Beyond Compare, Rabu (15/3/2023) di Jakarta.

Baca Juga

Pemain serial “Mendua” itu mengatakan, sering kali orang merasa harus minta maaf pada orang lain, padahal sebetulnya belum tentu perlu melakukannya. Penerimaan terhadap diri sendiri merupakan hal terpenting dalam memaknai kecantikan.

Setiap orang perlu merayakan perbedaan karena cantik itu muncul berkat adanya perbedaan. “Belum tentu harus minta maaf karena jadi diri sendiri, ada stigma perempuan harus ini itu, jadi stop apologizing to be you, its not easy, tapi itu kita bisa lakukan,” kata pemain film Ada Apa dengan Cinta tersebut.

Dia juga memaknai cantik dengan merasa nyaman terhadap diri sendiri. Namun di saat bersamaan, menjadi cantik juga tentang berani menghadapi tantangan.

Menurut pemeran film Susah Sinyal itu, perempuan bisa selalu berani belajar hal baru. Cantik juga adalah tentang bagaimana merespons sesuatu sekaligus merasa bersyukur.

“Senyum peluk diri sendiri setiap hari. Pentingnya mengapresiasi diri, memaafkan, dan gimana kita merespons,” kata dia.

Adinia mengatakan, masih banyak yang menghakimi penampilan perempuan. Untuk itu, setiap perempuan harus memperkuat diri. Tidak perlu mendengarkan "penghakiman" dari orang lain.

Memang tidak mudah saat harus merespons sesuatu yang mungkin tidak Anda sukai. Tetapi ketika itu terjadi, akan sangat baik jika Anda merespons dengan netral.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement