Sabtu 17 Dec 2022 06:30 WIB

Empat Masalah Mata yang Perlu Diwaspadai Pengidap Diabetes

Diabetes yang tak terkendali bisa memicu terjadinya kerusakan.

Rep: Adhysa Citra Ramadhani/ Red: Muhammad Hafil
Empat Masalah Mata yang Perlu Diwaspadai Pengidap Diabetes. Foto:   Pasien menjalani terapi akupunktur (Ilustrasi). Praktik akupunktur dapat membantu meningkatkan kontrol glikemik pada pasien yang memiliki pradiabetes, menurut studi.
Foto: EPA-EFE/RUNGROJ YONGRIT
Empat Masalah Mata yang Perlu Diwaspadai Pengidap Diabetes. Foto: Pasien menjalani terapi akupunktur (Ilustrasi). Praktik akupunktur dapat membantu meningkatkan kontrol glikemik pada pasien yang memiliki pradiabetes, menurut studi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diabetes yang tak terkendali bisa memicu terjadinya kerusakan pada berbagai organ tubuh, termasuk mata. Oleh karena itu, penting bagi penyandang diabetes tipe 2 untuk memberikan perhatian lebih pada kesehatan mata mereka.

"Penyakit diabetes bisa merusak mata Anda seiring waktu dan menyebabkan penurunan penglihatan, bahkan kebutaan," jelas Centers for Disease Control and Prevention (CDC), melalui laman resmi mereka.

Baca Juga

Setidaknya, ada empat masalah mata yang bisa mengenai penyandang diabetes. Berikut ini adalah keempat masalah mata tersebut, seperti dilansir WebMD.

Retinopati Diabetik

Di kalangan penyandang diabetes, kasus penurunan penglihatan dan kebutaan paling banyak disebabkan oleh retinopati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula yang tinggi melemahkan pembuluh darah retina. Pelemahan tersebut bisa memicu terjadinya kebocoran pembuluh darah atau tumbuhnya pembuluh darah baru yang tak normal.

Retinopati diabetik bisa memunculkan beberapa gejala yang patut diwaspadai. Sebagian dari gejala tersebut adalah kemunculan floater di lapang pandang, pandangan kabur, distorsi, dan penurunan penglihatan.

Edema Makula

Makula adalah area pada mata yang memproses pandangan sentral. Kebocoran pembuluh darah akibat diabetes bisa membuat makula mengalami pembengkakan atau edema makula. Kondisi ini biasanya memunculkan gejala seperti penglihatan kabur atau terdistorsi.

Glaukoma

Kadar gula darah yang tinggi dapat memunculkan pembuluh darah baru dan abnormal di mata. Bila pembuluh darah baru ini tumbuh di iris mata, tekanan pada mata bisa meningkat atau glaukoma. Peningkatan tekanan pada bola mata bisa menyebabkan terjadinya kerusakan saraf optik.

Glaukoma bisa memunculkan beberapa gejala. Sebagian dari gejala tersebut adalah melihat "halo" di sekitar sumber cahaya, penurunan penglihatan, atau kebutaan.

Katarak

Tingginya kadar gula darah bisa menyebabkan katarak muncul dan berkembang jauh lebih cepat di usia yang lebih muda. Orang dengan katarak bisa mengalami gejala seperti pandangan kabur, warna tampak pudar, atau sulit melihat di malam hari.

Katarak juga dapat membuat penyandang diabetes melihat halo di sekitar sumber cahaya. Selain itu, penurunan penglihatan akibat katarak tak akan membaik meski sudah menggunakan kacamata.

Mencegah dan Mengelola

Bila komplikasi pada mata belum terjadi, ada beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan oleh penyandang diabetes. Sebagian di antaranya adalah menjaga kontrol kadar gula darah sesuai target, mengelola tekanan darah dan kadar kolesterol, berhenti merokok, dan bergerak aktif.

Selain itu, penyandang diabetes juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Pemeriksaan mata setidaknya perlu dilakukan satu tahun sekali, bila mengacu pada anjuran CDC. 

Sumber

https://blogs.webmd.com/diabetes/20221212/type-2-diabetes-and-your-vision-why-it-pays-to-be-proactive

https://www.cdc.gov/diabetes/managing/diabetes-vision-loss.html#:~:text=Diabetes%20can%20damage%20your%20eyes,stop%20them%20from%20getting%20worse.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement