Ahad 27 Nov 2022 14:44 WIB

Ubanan Saat Masih Muda, Betulkah Akibat Terlalu Banyak Mikir yang Berat-Berat?

Politikus PDIP Ganjar Pranowo termasuk orang yang beruban sejak masih muda.

Rep: Desy Susilawati, Adysha Citra Ramadani, Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiba di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (24/10/2022). Ganjar termasuk salah satu orang yang beruban sejak muda.
Foto:

Meningkatkan Risiko Infeksi dan Jaringan Parut

Meski tidak memicu munculnya lebih banyak uban, mencabut uban merupakan kebiasaan yang kurang baik. Mencabut uban secara berulang bisa merusak folikel dan berpotensi memicu terjadinya infeksi. Kebiasaan tersebut juga bisa menyebabkan timbulnya jaringan parut karena folikel rusak.

Seiring waktu, kerusakan yang berulang akan memicu trauma pada folikel rambut hingga rambut berhenti untuk tumbuh. Bila terbiasa mencabut beberapa uban sekaligus, akan tercipta area-area botak di kepala.

Cara Aman Hadapi Uban

Para ahli menekankan bahwa tak ada cara aman untuk mencabut uban. Risiko infeksi dan kemunculan jaringan parut akibat kebiasaan mencabut uban tak bisa diturunkan.

Bila merasa terganggu, helaian-helaian uban bisa dipotong dengan menggunakan gunting. Cara ini bisa meminimalisasi terjadinya trauma pada folikel rambut. Alternatif lainnya adalah mewarnai rambut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement