Rabu 26 Oct 2022 16:30 WIB

James Cameron Sindir Karakter Marvel dan DC yang tak Pernah Menua

James Cameron membuat karakter di Avatar beranjak dewasa seiring waktu.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Film Avatar arahan sutradara James Cameron. Avatar 2 mengambil latar waktu 15 tahun setelah film pertamanya.
Foto: Disney
Film Avatar arahan sutradara James Cameron. Avatar 2 mengambil latar waktu 15 tahun setelah film pertamanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara Avatar: The Way of Water James Cameron dan bintang Sam Worthington, Zoe Saldaña, dan Sigourney Weaver mulai mempromosikan untuk film mereka. Cameron lantas membandingkan filmnya dengan rilisan Marvel dan DC.

Sekuel Avatar yang memiliki latar waktu 15 tahun setelah film aslinya itu membuat Cameron termotivasi menggambarkan bentuk kedewasaan baru dalam protagonisnya, yakni Jake Sully (Worthington) dan Neytiri (Saldaña). Cameron mengatakan hal seperti itu tidak banyak menghiasi karakter yang mengisi film Marvel dan DC.

Baca Juga

"Zoe dan Sam sekarang berperan sebagai orang tua, 15 tahun kemudian," kata Cameron dilansir Variety, Rabu (26/10/2022).

Dalam film pertama, Cameron menjelaskan bahwa karakter Worthington melompat dari makhluk terbang, yang pada dasarnya mengubah jalannya sejarah sebagai akibat dari lompatan kepercayaannya itu. Sementara itu, karakter Saldaña melompat dari dahan dan berasumsi akan ada beberapa daun besar yang bagus di bawah sana yang dapat menahan kejatuhannya. Namun, sebagai orang tua, mereka tidak akan berpikir seperti itu.

"Jadi bagi saya, sebagai orang tua dari lima anak, saya berkata, 'Apa yang terjadi ketika karakter-karakter itu matang dan menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab di luar kelangsungan hidup mereka sendiri?’," ujar Cameron.

Ketika melihat film-film besar dan spektakuler, Cameron mengatakan semua usia karakter di film Marvel dan DC bertingkah seperti masih anak kuliahan. Karena itu, dia jadi mempertanyakan hal-hal yang mungkin mendasari dan memberi kekuatan, cinta, dan tujuan.

“Karakter-karakter itu (Marvel dan DC) tidak mengalaminya, dan saya pikir itu bukan cara membuat film," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement