Selasa 13 Sep 2022 17:10 WIB

Dokter Ingatkan Jangan Langsung Berkumur Setelah Menyikat Gigi

Anda sebaiknya tidak meletakkan sikat gigi di dekat toilet demi alasan kesehatan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Kebiasaan yang harus dihentikan saat menyikat gigi, yaitu langsung berkumur. (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Kebiasaan yang harus dihentikan saat menyikat gigi, yaitu langsung berkumur. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak dari Anda disarankan untuk menyikat gigi dua kali sehari dan menjaga kebersihan gigi secara rutin. Namun, dokter gigi dari Bupa Dental Care, Silviu Cartas, mendesak Anda untuk menghentikan satu kebiasaan umum saat menyikat gigi.

Kebiasaan yang dimaksud adalah langsung berkumur segera setelah menggosok gigi entah dengan air atau obat kumur (mouthwash). Menurut dia, kebiasaan ini bisa menyebabkan kandungan fluoride yang terkandung dalam pasta gigi jadi hilang, yang berarti fluoride tidak bisa memberi manfaat bagi gigi dengan memperkuat mineral dalam email.

Baca Juga

“Jadi saran saya, Anda harus meludah, bukan berkumur. Hindari juga penggunaan obat kumur setelah gosok gigi karena kandungan fluoride dalam obat kumur lebih sedikit daripada pasta gigi,” kata Cartas seperti dilansir Mirror, Selasa (13/9/2022).

Cartas menyarankan untuk menggunakan obat kumur berfluoride di lain waktu, misalnya saat siang hari atau mengikuti panduan yang diberikan secara khusus oleh dokter gigi Anda. Dia menyebut, pasta gigi memiliki bahan aktif yang membutuhkan waktu untuk lepas atau melekat pada gigi. Karenanya berkumur segera setelah menggosok gigi sama saja dengan menghilangkan bahan-bahan tersebut beserta dan manfaatnya.

“Pasta gigi antibakteri atau antikavitas menyimpan polimer perekat pada gigi, dan berkumur segera setelah menyikat mengencerkannya dan akhirnya menghilangkannya. Obat kumur biasanya memiliki konsentrasi fluoride yang lebih rendah daripada pasta gigi. Oleh karena itu akan mencairkan konsentrasi fluoride di mulut jika dilakukan segera setelah menyikat gigi,” jelasnya.

Cartas juga memperingatkan orang tua bahwa obat kumur tidak boleh digunakan oleh anak-anak sebelum usia enam tahun karena berisiko tertelan. Untuk anak-anak dengan resiko tinggi karies (kerusakan gigi), berkumur juga harus diawasi jika dokter gigi mereka telah merekomendasikan menggunakan obat kumur tertentu.

Sekarang, Cartas memberikan beberapa tips terbaik untuk menjaga kesehatan gigi dan mengurangi risiko kerusakan gigi. Apa saja? Berikut uraiannya:

1. Mengganti sikat gigi

Mengganti sikat gigi secara rutin sangat penting karena sikat gigi bisa menimbun bakteri berbahaya. Cartas menyarankan untuk memantau keausan bulu sikat dan sering menggantinya. Idealnya, ganti sikat gigi setiap tiga sampai empat bulan.

2. Flossing

Flossing yang juga dikenal sebagai pembersihan interdental dinilai penting dilakukan. Flossing menjadi solusi untuk membersihkan sisa makanan yang masih menempel di sela-sela gigi.

3. Simpan sikat gigi di ruang tertutup

Dokter gigi mengatakan, menyiram toilet dapat menciptakan efek aerosol, dan menyemprotkan kuman ke udara. Karenanya, jauhkan sikat gigi dari toilet dan wastafel untuk mengurangi jumlah bakteri yang mungkin menempel. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sikat gigi yang disimpan di kamar mandi memiliki bekas kotoran.

4. Diet

Diet sehat dapat mengurangi efek buruk dari asam yang bersentuhan dengan gigi. Kebanyakan orang tidak menyadari bagaimana makanan tertentu dapat menetralkan asam di mulut.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement