REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjalankan ibadah puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga kenyamanan diri saat berinteraksi dengan orang lain. Ada satu tantangan fisik yang kerap dihadapi saat puasa yaitu bau mulut atau halitosis.
Keluhan ini sebenarnya sangat umum terjadi karena perubahan biologis di dalam rongga mulut saat kita berhenti mengonsumsi cairan dan makanan selama belasan jam. Namun, bukan berarti masalah ini tidak bisa diatasi. Dengan siasat yang tepat, Anda tetap bisa berinteraksi dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan aroma napas yang mengganggu.
Menurut dokter gigi Usman Sumantri, M.K.M, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), penyebab utama bau mulut saat puasa adalah penurunan produksi air liur. "Saat berpuasa mulut bisa bau karena penurunan produksi air liur membuat bakteri di rongga mulut lebih mudah berkembang," ujarnya pada Rabu (18/2/2026).
Air liur secara alami berfungsi sebagai pembersih mulut yang menghambat pertumbuhan kuman. Ketika produksinya berkurang akibat tidak adanya asupan cairan, bakteri berkembang biak lebih cepat dan memecah sisa makanan menjadi gas berbau.
Untuk mencegahnya, dr Usman menekankan pentingnya menjaga kebersihan gigi secara konsisten. Langkah utama yang tidak boleh terlewatkan adalah menyikat gigi secara teratur, terutama setelah sahur dan sebelum tidur.