Selasa 30 Aug 2022 16:50 WIB

5 Suplemen dan Obat yang Perlu Dihindari Setelah Pukul 18.00

Waktu mengonsumsi suplemen dan obat juga dapat membawa pengaruh tertentu.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Aneka jenis suplemen (Ilustrasi). Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen dan obat.
Foto: Republika/Reiny Dwinanda
Aneka jenis suplemen (Ilustrasi). Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen dan obat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konsumsi suplemen telah semakin populer, terlebih Covid-19 terus bermutasi dan menghasilkan subvarian baru. Akan tetapi, perlu disadari bahwa waktu mengonsumsi suplemen juga dapat membawa pengaruh tertentu.

Alih-alih membantu kebugaran, beberapa suplemen dan obat justru bisa menyebabkan insomnia. Mengonsumsinya sebelum tidur akan membuat orang justru sulit beristirahat di malam hari.

Baca Juga

Dr Jacob Hascalovici MD PhD sebagai clearing chief medical officer mengingatkan pentingnya konsultasi terlebih dulu sebelum mengonsumsi suplemen. Dia juga membagikan jenis apa saja yang perlu dihindari setelah sore hari, seperti dikutip dari laman Eat This, Senin (29/8/2022).

Obat dan suplemen tertentu dapat membuat orang lebih mengantuk, cemas, terjaga, dan sebagainya. Itulah mengapa penting untuk berkonsultasi terlebih dulu ke dokter tentang waktu terbaik dalam sehari untuk mengonsumsi obat dan suplemen. Selain itu juga, bertanya dulu apakah kombinasi dari suplemen yang dipilih mungkin memiliki dampak tertentu.

1. Ashwagandha

Dr Hascalovici juga mengatakan, pil ashwagandha sering diyakini sebagai suplemen untuk kecemasan dan manajemen stres. Ashwagandha dilaporkan membantu beberapa pasien dengan peradangan, pengendalian rasa sakit, dan tidur.

Namun, bagi yang lain, ini dapat menyebabkan insomnia, karena bisa membuat orang merasa lebih waspada, fokus, dan energik. Penelitian tentang khasiat ashwagandha masih berlangsung.

Waspada saat meminumnya, dan konsultasikan terlebih dulu kepada tim medis karena dapat mengganggu obat-obatan umum tertentu. Jika meminumnya, cobalah untuk melakukannya lebih awal di hari.

2. Kortikosteroid

Menurut Dr Hascalovici, kortikosteroid sering diresepkan untuk peradangan dan manajemen nyeri. Beberapa ahli merekomendasikan untuk mengambil seluruh dosis harian di pagi hari, karena kortikosteroid dapat membantu mengatasi gejala yang mungkin terasa lebih kuat di pagi hari. Pil ini juga bisa menambah insomnia karena memengaruhi cara tubuh memproses kortisol dan mungkin merangsang tubuh terlalu banyak ketika orang mendekati waktu tidur.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement