Ahad 07 Aug 2022 08:04 WIB

Pramugari: Jangan Pernah Telanjang Kaki di Pesawat

Pramugari menyebut telanjang kaki di pesawat adalah kebiasaan jorok.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Penumpang pesawat diserukan untuk tidak telanjang kaki di pesawat, apalagi ketika akan menggunakan toilet.
Foto: flickr
Penumpang pesawat diserukan untuk tidak telanjang kaki di pesawat, apalagi ketika akan menggunakan toilet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pramugari memperingatkan penumpang untuk tidak melakukan kebiasaan umum saat berada di dalam kamar mandi pesawat. Mereka mengungkapkan fakta "menjijikkan" dari kecerobohan itu.

Meskipun protokol pembersihan telah ditingkatkan banyak maskapai penerbangan sejak pandemi Covid-19, tetapi ada bagian kamar mandi yang terkenal menjijikkan. Ada banyak penumpang tanpa sadar berjalan di beberapa bagian pesawat yang paling kotor, yang bahkan dapat membuat diri mereka terpapar kuman.

Baca Juga

Informasi itu terungkap setelah awak kabin merespons unggahan di forum Reddit berjudul "Pramugari Reddit, rahasia gelap apa yang tidak Anda beri tahukan kepada penumpang Anda?". Anggota kru penerbangan menjelaskan memakai sepatu sangat penting di dalam pesawat.

"Toilet pesawat menjijikkan, jangan masuk ke sana dengan kaki telanjang. Orang-orang sering banget buang air kecil di lantai," kata pramugari yang memakai nama anonim, dilansir laman Express, Ahad (7/8/2022).

 

Begitu mendarat, pesawat harus segera disiapkan untuk penerbangan berikutnya. Petugas akan dengan cepat menyedot debu dan mengelap toilet agar tampak bersih dan wangi.

Meski begitu, kemungkinan masih ada kuman yang tertinggal dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Menurut Travel Update, percikan urine di lantai toilet juga cenderung cepat kering lalu menyisakan bakteri mikroskopis.

"Udara disediakan untuk Anda dari luar, dan pada ketinggian yang tinggi, sangat sedikit kelembapan yang terkandung di dalamnya. Setiap jenis cairan yang dijatuhkan di mana saja di pesawat niscaya akan mengering dengan cukup cepat," ujar pakar Travel Update.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement