Rabu 03 Aug 2022 14:47 WIB

Anak Sedang Sakit, Bolehkah Divaksinasi?

Ada kalanya kondisi anak tidak memungkinkan untuk divaksinasi.

Petugas kesehatan menyiapkan vaksin measles rubella (MR) untuk disuntikkan kepada anak saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional di halaman Masjid At Taqwa, Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (2/8/2022). Ketika anak sakit ringan, imunisasi tetap dapat dilakukan dan penyakit yang diderita diobati.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin measles rubella (MR) untuk disuntikkan kepada anak saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional di halaman Masjid At Taqwa, Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (2/8/2022). Ketika anak sakit ringan, imunisasi tetap dapat dilakukan dan penyakit yang diderita diobati.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Provinsi Banten menyerukan orang tua untuk melengkapi vaksinasi dasar anaknya. Vaksin campak, rubella, difteri, polio, tetanus, hepatitis B, dan lainnya bisa didapatkan di posyandu atau puskesmas.

"Jangan lupa untuk mengoptimalkan imunitas balita dengan memberinya asupan nutrisi terbaik di masa pertumbuhannya," kata Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni di Tangerang, Banten, Rabu (3/8/2022).

Baca Juga

Bagaimana jika anak sedang sakit? Dini menjelaskan, jika anak mengalami sakit ringan, imunisasi tetap dapat dilakukan dan penyakit yang diderita diobati. Pemberian imunisasi dalam keadaan sakit ringan tidak akan memengaruhi pembentukan kekebalan tubuh atau antibodi.

"Namun, bila kondisi anak sakit dan tidak memungkinkan untuk mendapat imunisasi, sebaiknya ditunda, dilakukan pengobatan hingga kesehatan anak pulih kembali," jelas Dini.

 

Lalu, bagaimana jika jadwal imunisasi terlewat? Dini mengatakan, andaikan itu terjadi, pemberian imunisasi berikutnya tidak perlu diulang dari awal.

"Bisa diteruskan sesuai jadwalnya," katanya.

Dini mengimbau kepada orang tua yang anaknya mengalami gejala usai imunisasi seperti demam atau bengkak di tempat suntikan untuk tidak panik. Cukup diberikan obat penurun panas atau kompres memakai air biasa.

"Bila anak mengalami hal tersebut, baiknya si anak diberikan waktu untuk beristirahat, sambil dipantau kondisinya secara berkala," ujar Dini.

 

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement