Ahad 24 Jul 2022 21:15 WIB

Profesor Oxford Sarankan Anak-Anak Mengunyah dengan Mulut Terbuka, Apa Manfaatnya?

Mengunyah makanan dengan mulut tertutup dinilai lebih sopan.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Anak menunjukkan bekal makanannya (ilustrasi). Pakar Oxford merekomendasikan anak-anak mengunyah dengan mulut terbuka.
Foto: Republika/Prayogi
Anak menunjukkan bekal makanannya (ilustrasi). Pakar Oxford merekomendasikan anak-anak mengunyah dengan mulut terbuka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ilmuwan menyarankan anak-anak sebaiknya mengunyah dengan mulut terbuka. Rekomendasi ini tentunya bertentangan dengan aturan orang tua secara turun-temurun yang menilai bahwa mengunyah dengan mulut terbuka identik dengan makan berantakan, berisik, dan terlihat menjijikkan.

Penelitian yang dipimpin oleh profesor psikologi eksperimental Oxford, Charles Spence, mengklaim bahwa makan dengan mulut terbuka membuat rasa makanan menjadi lebih enak. Penelitian itu didasarkan pada daging, buah, dan sayuran yang semuanya mengandung senyawa organik, yang mudah menguap.

Baca Juga

Senyawa itu membuat aroma khas dan berkontribusi pada rasa makanan. Mengunyah dengan mulut terbuka membantu lebih banyak senyawa mencapai bagian belakang hidung, yang memicu neuron sensorik penciuman yang meningkatkan pengalaman makan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement