Rabu 18 May 2022 18:20 WIB

Kebiasaan Sarapan Seperti Ini Bisa Sebabkan Kolesterol Naik

Ada satu kebiasaan sarapan yang harus dibatasi jika Anda memiliki kolesterol tinggi.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Saraoan makanan cepat saji dapat meningkatkan kolesterol (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Saraoan makanan cepat saji dapat meningkatkan kolesterol (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sarapan merupakan waktu makan yang paling penting untuk menghindari perut keroncongan pada pagi hari. Sarapan juga dapat memiliki efek positif pada kadar kolesterol di antara populasi tertentu.

Jenis makanan apapun untuk mengurangi rasa lapar ketika sarapan, haruslah makanan sehat agar kolesterol stabil. Semua orang bisa berasumsi bahwa donat dan secangkir kopi atau sandwich croissant bukanlah pilihan terbaik.

Baca Juga

Di antara pilihan menu sarapan di luar sana, ada satu kebiasaan sarapan yang harus dibatasi jika seseorang memiliki kolesterol tinggi. Kebiasaan itu adalah seringnya sarapan makanan cepat saji. Mengapa makan makanan cepat saji adalah kebiasaan sarapan terburuk?

Lebih dari 35 persen orang Amerika mengonsumsi makanan cepat saji setiap hari. Meskipun memakan McMuffin atau burger ayam itu enak dan mengenyangkan, konsumsi makanan cepat saji yang terlalu rutin, dikaitkan dengan banyak penyebab kesehatan yang buruk.

Dilansir di laman Eat This Not That, Rabu (18/5/2022), faktanya, para ahli telah menyatakan bahwa konsumsi makanan cepat saji merupakan faktor risiko utama untuk kualitas diet yang rendah kalori tapi tinggi lemak. Seringnya mengonsumsi makanan cepat saji terkait dengan gangguan lipid dan lipoprotein, seperti peningkatan kadar kolesterol LDL.

Konsumsi makanan cepat saji yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Data juga menunjukkan bahwa pemakan makanan cepat saji memiliki konsentrasi kolesterol baik HDL yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak sering makan makanan cepat saji.

Item sarapan cepat saji biasanya kaya akan lemak jenuh, karbohidrat olahan, dan daging ultra (olahan) pilihan yang tidak direkomendasikan pada diet penurun kolesterol. Selain itu, makanan cepat saji umumnya memiliki ukuran porsi besar dengan kepadatan energi tinggi, dan dalam beberapa kasus, kadar asam lemak trans yang diproduksi secara industri sangat tinggi.

Orang menginginkan pilihan sarapan yang cepat dan kenyang karena banyak dari Anda yang menjalani gaya hidup sibuk dan memiliki waktu terbatas untuk menghidangkan sarapan sehat. Jiika hanya menyantap makanan cepat saji dalam keadaan darurat, kemungkinan tidak akan mendatangkan malapetaka pada kadar kolesterol.

Menyiapkan beberapa pilihan sarapan yang mendukung kadar kolesterol sehat, dapat membantu menghindari konsumsi makanan cepat saji. Mungkin tubuh akan merasa lebih berenergi ketika bersandar pada makanan yang baik untuk kesehatan organ tubuh diri sendiri.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement