Ahad 27 Mar 2022 03:05 WIB

Orang Tua Perlu Tantang Anak untuk Mengasah Kemampuan Eksplorasi

Tantangan mengerjakan tugas dapat mengoptimalkan sisi eksploratif anak

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Tantangan mengerjakan tugas dapat mengoptimalkan sisi eksploratif anak. Ilustrasi.
Foto: Republika/Prayogi
Tantangan mengerjakan tugas dapat mengoptimalkan sisi eksploratif anak. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Orang tua ternyata perlu menantang anak dalam mengerjakan tugas atau tanggung jawabnya. Tujuannya adalah agar sisi eksploratif dan kemandirian sang buah hati bisa terasah dengan optimal.

Kerap kali ketika anak memiliki tugas atau tanggung jawab yang perlu dikerjakannya, orang tua menjadi tidak sabar. Akhirnya secara tidak sadar orang tua terlibat mengerjakan tugas si kecil yang berujung pada ketergantungan anak.

Baca Juga

"Kita harus bisa mengajarkan kepada anak- anak kita bahwa sebenarnya mereka itu harus bisa melakukan sesuatu sendiri. Itu cara mengajarkan kemandirian pada anak kita," kata psikolog Ajeng Raviando dalam acara virtual, Sabtu (26/3/2022).

Misalnya ketika anak membuat pekerjaan rumah dan meminta orang tuanya membantu mengerjakan PR, maka orang tua bisa meminta anak mengerjakan terlebih dahulu beberapa soal yang menurutnya bisa dikerjakan sendiri. Berikan kata- kata yang mendukung anak bahwa ia mampu mengerjakan tugasnya sendiri tanpa orang tua harus langsung turun tangan dari awal pengerjaan tugas sekolahnya.

Orang tua tetap bisa membantu anak ketika anak sudah mencoba tapi tidak dapat menemukan solusinya. "Kerap kali orang tua enggak sabar, akhirnya yang ngerjain PR anaknya ya mamanya dan bukan anaknya. Jadi coba mulai terapkan hal seperti ini agar anak punya kemandirian buat mengerjakan tugasnya sendiri," ujar psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI) ini.

Adapun manfaat terasahnya sisi eksploratif bagi anak di antaranya dapat mendukung anak mendapatkan pengetahuan dan pembelajaran terbaik dari rasa ingin tahunya, membantu anak mengenal hal- hal baru yang sebelumnya tidak diketahuinya, hingga dapat mendorong anak untuk lebih kreatif dalam mencari solusi. Tentunya dengan sikap- sikap tersebut anak bisa mandiri di lingkungan yang lebih luas dan memiliki bekal saat harus berhadapan dengan masalah tanpa perlu didampingi orang tua.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement