Jumat 29 Oct 2021 02:40 WIB

Jember Fashion Carnival 2021 akan Digelar November

Jember Fashion Carnival 2021 akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Jember Fashion Carnival 2021 akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.
Foto: Antara/Seno
Jember Fashion Carnival 2021 akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER -- Jember Fashion Carnival (JFC) 2021 bertema "Virtue Fantasy" digelar secara "hybrid" dipusatkan di ballroom salah satu hotel di Kabupaten Jember, Jawa Timur. JFC 2021 digelar dengan jumlah peserta terbatas dan menerapkan protokol kesehatan pada 20-21 November 2021.

"Tema besar JFC tahun ini yakni 'Virtue Fantasy' yang menggambarkan perjalanan menemukan nilai-nilai kehidupan yang disimbolkan melalui hewan-hewan fantasi, seperti kesetiaan, kebijaksanaan, dan kepedulian," kata Presiden JFC Budi Setiawan dalam rilis, dikutip Kamis (28/10).

Baca Juga

Dia menjelaskan, JFC 2021 meliputi empat rangkaian kegiatan karnaval, yakni Pet dan Wonderful Archipelago Indonesia (WACI), Artwear Carnival, International World Kids Carnival, serta Grand Carnival. "Ada sembilan defile yang akan tampil yakni Komodo, Flaminggo, Elephant, Sea Dragon, Dragonfly, Dove, Unicorn, Honey Bee dan Lion," tuturnya.

Ia menjelaskan, peserta JFC meliputi masyarakat umum, komunitas, peserta WACI dari beberapa provinsi, komunitas pecinta hewan piaraan, lembaga pendidikan, serta International World Kids Carnival juga diikuti perwakilan beberapa negara secara daring. 

"Kegiatan JFC tahun ini akan dipadukan dengan program destinasi wisata di Jember, sehingga dapat diikuti oleh para tamu dan wisatawan," katanya.

Budi mengatakan, penyelenggaraan JFC 2021 sekaligus menjadi bagian dari simbol sinergi pengembangan wisata kegiatan serta wisata destinasi Nusantara antara masyarakat dan pemerintah. "Ke depan diyakini bahwa kegiatan JFC akan memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat yang signifikan," ujarnya.

Sebelum pandemi, JFC biasanya digelar di jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah. Namun kini dilakukan secara "hybrid" dengan jumlah peserta terbatas dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement