Ahad 12 Sep 2021 07:51 WIB

Lansia dengan Demensia Boleh Divaksinasi Covid-19

Alzheimer's Indonesia sebut lansia dengan demensia bisa divaksinasi Covid-19.

Alzheimer's Indonesia sebut lansia dengan demensia bisa divaksinasi Covid-19.
Foto: AP/Rahmat Gul
Alzheimer's Indonesia sebut lansia dengan demensia bisa divaksinasi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Alzheimer's Indonesia, Michael Dirk Roelof Maitimoe, menyampaikan bahwa orang lanjut usia atau lansia dengan demensia dapat melakukan vaksinasi COVID-19. "Vaksinasi aman untuk lansia ODD (orang dengan demensia), vaksinasi sangat disarankan untuk ODD," ujar Michael Dirk Roelof Maitimoe dalam webinar bertema "Lansia dengan Alzheimer Boleh Divaksin?" yang dipantau via daring di Jakarta, Sabtu (11/9).

Ia mengemukakan, demensia adalah penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, emosi, pengambilan keputusan dan fungsi otak lainnya. Kendati demikian, ia mengingatkan keluarga ODD agar memperhatikan riwayat penyakitnya. Bila ada penyakit penyerta, seperti diabetes, hipertensi maka perlu dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Baca Juga

"Saturasi oksigen, tekanan darah dan sebagainya juga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau dokter keluarga," katanya.

Menurut dia, itu merupakan hal penting sebelum orang tua atau lansia dengan demensia mendapatkan vaksin COVID-19. Michael mengharapkan, gerakan vaksinasi, termasuk pada lansia dapat terus berjalan sehingga dapat menekan angka kasus COVID-19.

"Lansia rentan terhadap pandemi, lansia paling banyak terjadi korban," katanya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengupayakan peningkatan jumlah vaksinasi COVID-19 untuk para lanjut usia (lansia). Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan cakupan vaksinasi COVID-19 bagi para lansia tergolong rendah, meskipun secara keseluruhan Indonesia berada di peringkat enam vaksinasi COVID-19 secara global.

"PR (pekerjaan rumah) kita bagaimana meningkatkan jumlah vaksinasi pada lansia. Rata-rata 1,2-1,4 juta dosis per hari," ujar Nadia.

Nadia menyampaikan, pada data yang dihimpun hingga Selasa (7/9) pukul 18.00 WIB, dari target sasaran lansia sebanyak 21.553.118 orang, hanya 25,32 persen yang menjalani vaksinasi pertama dan 18,02 persen yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis lengkap.

"Kita berharap Pemda memberikan fokus prioritas mengejar vaksinasi untuk lansia, yang rata-rata cakupannya masih rendah," ujar dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement