Jumat 12 Feb 2021 04:05 WIB

Plant-Based Diet Miliki Keunggulan dari Diet Mediterania

Survei buktikan plant based diet menjadi cara paling baik turunkan berat badan

Rep: Puti Almas/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pola makan ala diet Mediterania mengandung banyak sayur dan buah. plant-based diet mungkin memiliki keunggulan dalam menurunkan berat badan dibandingkan diet Mediterania.
Foto: Wikimedia
Pola makan ala diet Mediterania mengandung banyak sayur dan buah. plant-based diet mungkin memiliki keunggulan dalam menurunkan berat badan dibandingkan diet Mediterania.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plant-based diet atau pola makan nabati menjadi salah satu metode diet yang populer. Tak sekadar populer, dengan menerapkan metode ini, seseorang tidak hanya dapat membantu menurunkan berat badan, namun juga memberi berbagai manfaat kesehatan. 

Bahkan, plant-based diet mungkin memiliki keunggulan dalam menurunkan berat badan dibandingkan diet Mediterania. Selama ini, bukan rahasia jika banyak orang berpikir bahwa metode diet Mediterania menjadi cara terbaik untuk mendapatkan berat badan ideal.

Dilansir Plant Based News, sebuah studi yang dirilis dalam Journal of American College of Nutrition menunjukkan pola makan nabati menjadi cara yang baik untuk mencapai penurunan berat badan dan menjadi sehat. Dalam uji coba yang dilakukan, terdapat 62 peserta dengan masalah kelebihan berat badan. Mereka kemudian mencoba salah satu dari dua metode diet selama empati bulan. 

Tim peneliti mengukur berat badan, lipid plasma, tekanan darah, dan komposisi tubuh para peserta. Selain itu, studi tersebut mengamati resistensi insulin.

Hasilnya, peserta diet kehilangan massa lemak hampir 4,kg lebih banyak pada pola makan nabati. Mereka juga mengalami penurunan lemak viseral, yaitu lemak yang mengelilingi organ dalam.

Selain itu, tidak ada perubahan signifikan untuk kolestrol bagi peserta yang menerapkan diet Mediterania. Sementara, mereka yang mencoba plant-based diet menurunkan level kolestrol sebesar 18,7 mg. 

Untuk tekanan darah, baik peserta dengan diet Mediterania maupun pola makan nabati sama-sama mengalaminya. Namun, penurunan cenderung terjadi lebih besar pada mereka yang menjalani diet Mediterania. 

“Studi sebelumnya menunjukkan bahwa diet Mediterania dan vegan meningkatkan berat badan dan faktor risiko kardiometabolik. Tapi, sampai sekarang, kemanjuran relatif mereka belum dibandingkan dalam uji coba secara acak,” ujar Hana Kahleova, dokter yang membantu menjalankan studi ini, sekaligus direktur penelitian klinis untuk Physicians Committee For Responsible Medicine (PCRM).

Studi tersebut membuktikan bahwa pola makan vegan lebih efektif untuk meningkatkan penanda kesehatan dan meningkatkan penurunan berat badan. Hal ini dinilai terkait dengan pengurangan asupan kalori dan konsumsi lemak.

Sementara itu, kepala PCRM, Neal Barnard mengatakan diet Mediterania cenderung tidak tepat jika Anda ingin mencapai penurunan berat badan bersamaan dengan menjaga kesehatan. Hal ini karena adanya produk susu, minyak, serta ikan yang berlemak dalam metode tersebut, di mana ini tak ada dalam plant-based diet

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement