Kamis 19 Nov 2020 19:07 WIB

Garin Nugroho dan GIK Gelar Sinema Musikal Rama dan Sinta

Sinema musikal 'Rama dan Sinta' akan digelar secara daring.

Garin Nugroho dan Galeri Indonesia Kaya (GIK) melalui Pentas Daring Ruang Kreatif akan menyuguhkan Sinema Musikal Rama dan Sinta (Foto: Garin Nugroho)
Foto: Teresia May/Antara
Garin Nugroho dan Galeri Indonesia Kaya (GIK) melalui Pentas Daring Ruang Kreatif akan menyuguhkan Sinema Musikal Rama dan Sinta (Foto: Garin Nugroho)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Garin Nugroho dan Galeri Indonesia Kaya (GIK) melalui Pentas Daring Ruang Kreatif akan menyuguhkan Sinema Musikal Rama dan Sinta. Nantinya, drama musikal akan ditampilkan oleh Teater Gedor Indonesia pada Sabtu (21/11), dan pertunjukan bertajuk Opera Merah Putih dari Creator Muda Makassar pada Ahqd (22/11).

Teater Gedor Indonesia, kelompok seni asal Bandung, Jawa Barat, akan mempertunjukkan Rama dan Sinta dengan kemasan yang modern. Dengan bimbingan dari Whani Dharmawan, Teater Gedor Indonesia menghadirkan sinema musikal yang menampilkan serangkaian foto dan video dalam yang berisi struktur peristiwa dan konflik cerita secara simbolis.

Baca Juga

Rama dan Sinta adalah bentuk narasi personifikasi atau gejolak batin dua orang pekerja di tengah pandemi. Bentuk gagasan dalam rentet kisah kehidupan batin dua orang pekerja ini diciptakan melalui eksplorasi. Pertunjukan ini juga semakin meriah dengan alunan musik dangdut yang identik dengan dentuman tabla dan gendang.

"Dalam pertunjukan ini, kami mengambil aliran dangdut sebagai penguatan dalam lagu-lagu yang kami bawakan. Sebagai salah satu dari genre seni musik populer tradisional Indonesia, genre ini harus terus dilestarikan,” ujar Christie Vaam Laloan, sutradara Sinema Musikal Rama Dan Sinta dalam siaran resmi, Kamis (19/11).

Sementara itu, Opera Merah Putih adalah pertunjukan teater yang dikombinasikan dengan tari, musik orkestra, dan sinrilik. Sinrilik atau sajak dalam bahasa Makassar, merupakan sebuah kisah atau narasi yang disampaikan atau diceritakan dalam bentuk lantunan irama dengan diiringi alat musik khas Sulawesi Selatan, yaitu keso-keso. Creator Muda Makassar akan membawakan sebuah narasi tentang dua orang anak yang lahir setelah perang dunia kedua bernama Merah dan Putih dalam mencari jati diri di tengah perbedaan agama, suku, ras, dan budaya.

“Pertunjukan Opera Merah Putih ini menjadi salah satu cara dan upaya yang kami lakukan untuk menunjukan rasa cinta kami terhadap negeri ini. Senang sekali dapat mengedukasi nilai-nilai pancasila, mengenalkan budaya Makassar dan menambah wawasan para penikmat seni di rumah," ujar Jabalavski selaku sutradara dan penulis naskah.

Dua pertunjukan ini bisa ditonton di situs resmi www.indonesiakaya.com serta akun YouTube Indonesiakaya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement