Kamis 23 Jan 2020 22:45 WIB

Sebagai Bungsu, Rio Dewanto Hanya Tahu Rasanya Dibolehin

Rio Dewanto yang anak bungsu harus menjadi anak sulung di NKCTHI.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Aktor Rio Dewanto mengaku peran sebagai Angkasa di Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini sangat menantang.
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Aktor Rio Dewanto mengaku peran sebagai Angkasa di Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini sangat menantang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktor Rio Dewanto mengenang perannya sebagai si sulung Angkasa di Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) sangat menantang. Apalagi, aslinya ia anak bungsu.

"Angkasa diceritakan anak tertua, anak sulung. Kalau di kehidupan aslinya, Rio itu anak bontot, di mana saya nggak tahu sebagai kakak itu seperti apa,” kata Rio usai acara Gala Mini NKCTHI versi Director’s Cut di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (22/1).

Baca Juga

Rio mengaku, selama ini ia hanya tahu rasanya menjadi seorang adik yang dibolehin dan diberikan apa saja. Selain itu, peran sebagai Angkasa menjadi makin menantang karena tak hanya dimainkan satu aktor saja, tetapi ada tiga, yakni Adhiyat, Sinyo, dan dirinya.

“Jadi gimana kita membuat penonton yakin bahwa tiga-tiganya ini Angkasa dengan cara bertutur yang tidak linear, flashback, itu juga salah satu tantangan,” ujar Rio.

NKCTHI versi Director’s Cut dirilis setelah film ini meraih lebih dari dua juta penonton dalam tiga pekan penayangan. Film yang disunting secara khusus sesuai keinginan sutradara itu bisa ditonton di bioskop XXI mulai Kamis (23/1) di Jawa, Bali, serta Makassar yang masih menayangkan NKCTHI.

NKCTHI berkisah mengenai Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara), dan Awan (Rachel Amanda) yang merupakan kakak beradik dalam keluarga yang tampak bahagia. Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan berkenalan dengan Kale, seorang cowok eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup baru, tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang, dan semua kekuatan manusia pada umumnya.

Perubahan sikap Awan mendapat tekanan dari orang tuanya. Hal itu mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik itu yang menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma besar dalam keluarga mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement