Selasa 17 Dec 2019 05:11 WIB

Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Minum Kopi?

Ada kebiasaan yang dihilangkan wanita ketika sedang mengandung atau menyusui.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nora Azizah
Ada banyak kebiasaan yang dihilangkan oleh wanita ketika sedang mengandung.
Foto: Boldsky
Ada banyak kebiasaan yang dihilangkan oleh wanita ketika sedang mengandung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak kebiasaan yang dihilangkan oleh wanita ketika sedang mengandung. Mungkin sebagian orang mulai kembali ke kebiasaan lamanya ketika bayi sudah lahir, baik itu mengkonsumsi teh, kopi, coklat atau lainnya, meski ada kandungan kafein di dalamnya.

Akan tetapi, diilansir dari purewow, Ahad (15/12), ada fakta dari beberapa penelitian, bahwa konsumsi kafein tingkat sedang (sekitar dua cangkir kopi sehari) aman untuk ibu menyusui ataupun ketika hamil.

Baca Juga

Lebih spesifik, penelitian dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menuturkan, bahwa meminum kafein dengan jumlah sedang (200 mg perhari), nyatanya tidak akan mempengaruhi bayi. Bahkan lebih jauh, Akademik Pediatrik Amerika juga senada dengan sentiment ini.

Di mana, mereka telah mengklasifikasikan kafein sebagai “obat bagi ibu yang kompatibel saat menyusui. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa memang ada jejak kafein yang ditemukan dalam ASI.

Meski jumlah itu sangat kecil dan sedikit untuk memberikan efek negative pada bayi. Selain itu, kadar konsumsi kafein juga perlu diperhatikan, terlebih jika terbiasa mengkonsumsi espresso rangkap tiga.

Sebab, menurut ACOG, bayi yang baru lahir dan bayi prematur, lebih sensitive terhadap kafein. Oleh sebab itu, kadar kafein harus lebih rendah ketika sedang hamil atau menyusui.

Hal tersebut juga disetujui oleh penasihat laktasi bersertifikat di Lansinoh, Molly Petersen. Menurut dia, kafein dari kopi akan diserap ke dalam ASI.

“Sebab, ada juga beberapa bayi yang lebih sensitif terhadap kafein, dan itu dapat menyebabkan kerewelan dan penolakan untuk menyusui. Penurunan menyusui ini kemudian dapat menyebabkan penurunan pasokan,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, pengaturan waktu antara mengkonsumsi kafein dan menyusui perlu diperhatikan. Pasalnya, kafein mulai memuncak dalam ASI satu hingga dua jam setelah dikonsumsi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement