Senin 16 Dec 2019 10:18 WIB

Kromosom X dari Ayah Terkait dengan Autoimun Anak Perempuan

Penyakit autoimun lebih banyak terjadi pada perempuan, peneliti ungkap penyebabnya.

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda
Penyakit autoimun. Penyakit autoimun lebih banyak terjadi pada perempuan karena peran kromosom X ayah.
Foto: Picpedia
Penyakit autoimun. Penyakit autoimun lebih banyak terjadi pada perempuan karena peran kromosom X ayah.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Sebuah studi menemukan petunjuk penting mengenai mengapa penyakit autoimun lebih banyak terjadi pada perempuan dibanding pria. Menurut para ilmuwan dari University of California, Los Angeles, Amerika Serikat (AS), hal ini terkait dengan kromosom X milik ayah.

Selama ini diketahui bahwa laki-laki memiliki kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. Sementara itu, perempuan mewarisi kromosom X dari kedua orang tuanya.

Baca Juga

Dalam penelitian terbaru terlihat perbedaan dalam bagaimana masing-masing kromosom X diatur. Bagi perempuan, kromosom X yang diwarisi dari ayah dapat membantu menjelaskan sistem kekebalan tubuh yang lebih aktif.

“Sudah diketahui selama bertahun-tahun bahwa perempuan lebih rentan terhadap penyakit autoimun dibandingkan pria,” ujar pemimpun studi Rhonda Voskuhl, seorang dokter dan profesor bidang neurologi di University of California, dilansir Times Now News.

Penyakit autoimun, seperti multiple sclerosis dan rheumatoid arthritis, adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan virus, bakteri, dan infeksi. Ini menyebabkan sel-sel kekebalan pada seseorang untuk menyerang tubuh sebagai gantinya.

Perempuan umumnya memiliki respons imun yang lebih kuat daripada pria, termasuk dalam respons untuk beberapa vaksinasi dan infeksi. Namun, sistem kekebalan tubuh yang meningkat juga membuat perempuan tiga kali lebih mungkin mengembangkan multiple sclerosis, lalu sembilan kali lebih mungkin untuk mengembangkan lupus, dan lebih rentan terhadap sejumlah penyakit autoimun lainnya.

Dalam studi yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences, Voskuhl dan rekan-rekannya fokus pada perbedaan antara kromosom X yang diwarisi dari setiap orang tua. Tim peneliti mengidentifikasi beberapa gen terkait sistem kekebalan pada kromosom X yang diekspresikan lebih sedikit, menghasilkan lebih sedikit molekul yang sesuai dalam sel-sel kekebalan tubuh tikus betina.

Para peneliti menemukan bahwa ada lebih banyak metilasi, yaitu penambahan kelompok kimia metil ke DNA pada ayah, daripada pada kromosom X milik ibu. Mereka juga mengonfirmasikan bahwa beberapa gen pada kromosom X diekspresikan lebih sedikit ketika kromosom X berasal dari ayah dibandingkan dengan asal ibu.

“Apa yang dibicarakan di sini bukanlah mutasi yang mempengaruhi sekuens gen, melainkan sinyal yang memengaruhi bagaimana sekuens gen yang sama diekspresikan secara berbeda pada perempuan dan laki-laki. Perbedaan ini akan dilewatkan dalam studi genetika tradisional," jelas Voskuhl.

Temuan menunjukkan bahwa kromosom X yang ada dalam sperma dan dibawa dari ayah ke anak perempuan mungkin memiliki tingkat metilasi yang lebih tinggi daripada kromosom X yang dibawa melalui sel telur dari ibu ke anak-anaknya. Metilasi ini mengurangi ekspresi beberapa gen sistem kekebalan tubuh pada perempuan, membuat aktivitas kekebalan tubuh mereka berbeda dari pria.

"Jika Anda dapat menemukan regulator metilasi yang menargetkan perbedaan-perbedaan ini, Anda mungkin dapat mengurangi respons imun perempuan untuk mengobati penyakit autoimun," kata Voskuhl.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement