Ahad 20 Oct 2019 16:05 WIB

8 dari 1.000 anak Indonesia Idap Penyakit Jantung Bawaan

Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan harus bisa dideteksi sejak dini.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda
Lindungi jantung anak
Lindungi jantung anak

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sekitar tujuh sampai delapan dari 1.000 kelahiran anak di Indonesia mengidap Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Dengan kata lain, satu hingga dua dari 100 anak bisa memiliki riwayat penyakit tersebut setiap tahunnya.

Konsultan Kardiologi Anak, Dokter Dyahris Koentartiwi mengatakan, anak dengan PJB harus bisa dideteksi sejak dini. Dengan demikian, anak dengan penyakit ini bisa ditangani secara cepat. Apabila tidak dilakukan, maka risiko pasien tidak terselamatkan mencapai 50 persen pada bulan pertama kehidupan.

Baca Juga

"Selain itu, peningkatan morbiditas dan mortalitas yang berkaitan dengan malnutrisi pada anak pjb diperlukan deteksi dini dan pemberian nutrisi yang intensif sesuai pengawasan dokter," kata Dyahris di Savana Hotel & Convention, Kota Malang.

Agar bisa tertangani dan terdeteksi sedini mungkin, Dyahris mengungkapkan, terdapat beberapa gejala anak yang bisa dilihat. Pada PJB berat, bayi biasanya menunjukkan gejala dengan kulit biru. Bisa pula dengan gejala gagal sirkulasi.

Sementara pada PJB ringan, anak biasanya menunjukkan kemampuan meminum ASI dengan terputus-putus. Berat badan bayi juga sulit naik dan mengalami bengkak di kelopak mata serta kaki. "Infeksi saluran napasnya juga berulang-ulang," tambah perempuan berkacamata ini.

Dyahris menilai, kulit biru menjadi gejala yang paling mudah ditemukan. Gejala ini dapat terlihat dengan jelas saat bayi lahir. Sementara melihat dari detak jantung, Dyahris mengaku masih agak sulit untuk mendeteksinya.

"Kadang masih usia enam minggu belum terdengar bising jantung saat diperiksa sehingga belum bisa terdeteksi. Baru bisa terdeteksi saat berat badan belum naik. Jadi saat baru di atas delapan minggu, baru kelihatan," tambah Dyahris.

Adapun gejala pada anak yang lebih besar, Dyahris menerangkan, mereka biasanya akan lebih sering jongkok dengan menekuk lutut ke dada. Anak juga merasa cepat lelah apabila beraktivitas. Kemudian sering merasakn nyeri dada dan di persendian.

"Berdebar-debar, sering pingsan, adanya gangguan saraf dan gizi kurang," jelas Dyahris.

Orang tua harus segera berkonsultasi pada dokter apabila menemukan gejala-gejala PJB. Upaya ini dilakukan agar setidaknya dapat memastikan penyakit yang diderita pada bayi dan anak. Dengan demikian, bisa mendapatkan penindakan sebaik mungkin ke depannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement