Jumat 11 Oct 2019 13:44 WIB

KIFF 2019 Ajang Dua Negara Bertukar Budaya

Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2019 mempererat hubungan dua negara melalui film

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah
Film (Ilustrasi)
Foto: Pixabay
Film (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2019 resmi dibuka pada Kamis (10/10) malam. Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-bom resmi membuka festival film yang berlangsung pada 10 hingga 13 Oktober 2019 itu.

“Saya harap masyarakat Korea dan Indonesia dapat saling memahami budaya satu sama lain melalui film, dan menjadi sahabat lebih dekat,” kata Kim saat memberi sambuta pembukaan KIFF 2019 di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Baca Juga

Kim menganggap hubungan Korea dan Indonesia semakin erat. Pun dia menyebut kerja sama untuk menggarap film bersama dan program investasi antara kedua negara berjalan baik.

Kim mencontohkan film Indonesia berjudul Bebas yang baru saja dirilis, merupakan adaptasi film Korea Selatan berjudul Sunny. “Korea akan terus berkontribusi untuk pengambangan dunia film di Indonesia,” ujar Kim.

Dalam pembukaan KIFF 2019, hadir dua publik figur, yakni Kang So-ra dan Angga Yunanda. Pemeran film Dua Garis Biru, Angga Yunanda berharap film Indonesia dan Korea bisa semakin maju dan berkembang di masa mendatang. “Semoga bisa dinikmati teman-teman semua. Selamat menikmati film Indonesia dan Korea di KIFF 2019,” ujar dia.

Sementara itu, artis asal Korea Selatan, Kang So-ra juga mengharapkan hal serupa. “Sebuah kehormatan saya sebagai artis bisa diundang di sini. Nikmati film yang ditayangkan di sini (KIFF 2019),” kata dia.

Tahun ini, KIFF 2019 menayangkan 20 film Indonesia dan Korea Selatan. Masing-masing, The Bad Guys: Reign of Chaos, Extreme Job, Hello Carbot The Movie: The Cretaceous Period, Miss & Mrs. Cops, Parasite, Take Point, The Gangster, The Cop, The Devil, Twiceland: Twice Movie, On Your Wedding Day, The Battle: Roar To Victory, Exit, Tazza: One Eyed Jack, Sunny, Unstoppable, The Divine Fury, Dua Garis Biru, Keluarga Cemara, Sunyi, Dilan 1991, dan Bebas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement