Selasa 01 Oct 2019 06:49 WIB

'Som Dona', Hotel Khusus Perempuan Pertama di Spanyol

'Som Dona' merupakan hotel bintang empat yang terletak di Pulau Mallorca, Spanyol.

Rep: Umi Soliha/ Red: Nora Azizah
Manajemen Hospitality dalam perhotelan (ilustrasi)
Foto: JASON COMMERCIAL
Manajemen Hospitality dalam perhotelan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk pertama kalinya, Spanyol memiliki hotel khusus perempuan. Sebuah hotel berbintang empat ini bernama Som Dona, terletak di pulau Mallorca, Spanyol.

Hotel ini memiliki peraturan yang berbeda dengan hotel pada umumnya, yakni laki - laki dilarang menginap. Selain itu pekerja di hotel ini didominasi oleh kaum hawa, meskipun mereka tetap merekrut laki -laki karena untuk mematuhi undang - undang diskriminasi gender.

Baca Juga

 

Dengan 39 kamar, kolam renang, spa, perpustakaan, dan roof top , hotel bintang empat ini bertujuan untuk menawarkan "ruang baru bagi wanita yang ingin melepaskan diri dari tekanan kehidupan sehari-hari". Selain itu, Hotel Som Dona menawarkan fasilitas yang terfokus pada kesehatan, kebuguran dan makan -makanan sehat yang berkelanjutan. Para tamu juga bisa mengikuti program kunjungan keliling pulau dan kegiatan budaya.

"Salah satu tujuan kami adalah untuk memberikan visibilitas tertentu kepada wanita yang melakukan pekerjaan tradisional maskulin," kata Som Hotels President, Joan Enric Capella.

Berdasarkan berbagai studi industri penyedia jasa perjalanan,  pejalanan solo yang dilakukan wanita meningkat dari tahun ke tahun. Dan pelancong wanita seringkali memiliki lebih banyak faktor yang perlu dipertimbangkan daripada pria saat merencanakan perjalanan.

Dilasnsir dari Independent.co.uk, Selasa (1/10), British Airways pernah melakukan studi terhadap hampir 9.000 koresponden berusia 18 hingga 64 tahun di Inggris, AS, Prancis, India, Jerman, Italia, Brasil, dan Cina pada 2018. Hasilnya menunjukkan lebih dari 50 persen wanita pernah melakukan perjalanan solo dan 75 persen wanita merencanakan perjalanan solo dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, survei Culture Trip terhadap 10.500 responden menemukan bahwa satu dari tiga perempuan (34 persen) mengatakan,  mereka akan tertarik untuk melakukan perjalanan solo di masa depan dibandingkan dengan hanya satu dari tujuh (14 persen) yang pernah melakukan perjalanan sendiri dalam lima tahun sebelumnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement