Kamis 08 Aug 2019 15:20 WIB

Jangan Percaya 5 Mitos Seputar Infertilitas Ini

Banyak informasi keliru seputar infertilitas yang beredar di masyarakat

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Christiyaningsih
Wanita hamil
Foto: pixabay
Wanita hamil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Informasi seputar infertilitas bisa dengan mudah didapatkan hanya dengan mencarinya di mesin pencari internet. Akan tetapi, tak sedikit informasi seputar infertilitas yang beredar merupakan informasi keliru dan menyesatkan.

Medical Director of WINFertility, Barry Witt, mengungkapkan setidaknya ada lima informasi keliru seputar infertilitas yang sering beredar di tengah masyarakat. Berikut ini adalah kelima informasi keliru tersebut dikutip dari artikelnya yang dimuat Fox News.

Baca Juga

1. Sering ejakulasi turunkan kesuburan laki-laki

Pada laki-laki dengan kualitas air mani yang normal, ejakulasi setiap hari tidak akan mengganggu konsentrasi maupun motilitas sperma. Faktanya, ejakulasi setiap hari justru berdampak positif terhadap konsentrasi dan motilitas sperma pada laki-laki dengan jumlah sperma yang menurun.

 

2. Tidur dengan kaki diangkat membantu pembuahan

Belum ada bukti bahwa posisi hubungan seksual dapat meningkatkan kemungkinan hamil. Posisi dalam berhubungan seksual juga tidak berperan dalam menentukan jenis kelamin bayi. Tak hanya itu, berbaring dengan posisi kaki diangkat ke atas setelah berhubungan seksual juga belum terbukti dapat meningkatkan kesempatan untuk hamil.

3. Penggunaan pil KB jangka panjang sebabkan infertilitas

Setelah berhenti mengonsumsi pil KB, siklus menstruasi memang biasanya akan tertunda selama satu atau dua bulan. Akan tetapi, tak ada bukti yang menunjukkan bahwa pil KB dapat menyebabkan ketidaksuburan atau infertilitas.

4. Obat fertilitas sebabkan menopause dini

Kehilangan sel telur merupakan proses konstan yang akan terus dialami oleh perempuan sepanjang hidup. Sebagian besar kehilangan sel telur yang dialami perempuan sebenarnya tidak berkaitan dengan ovulasi. Penggunaan obat fertilitas atau kesuburan justru memungkinkan sel telur untuk bisa dibuahi dengan lebih baik.

Kecepatan perempuan dalam kehilangan sel telur biasanya berkaitan dengan faktor genetik. Oleh karena itu, menopause dini yang dialami seorang ibu biasanya akan berkaitan dengan risiko menopause dini pada anak perempuannya.

Beberapa faktor lingkungan juga dapat membantu perempuan untuk memperlambat proses kehilangan sel telur mereka. Salah satu yang perlu dihindari adalah asap rokok. Paparan asap rokok dapat memercepat proses kehilangan sel telur dan juga meningkatkan risiko menopause dini.

5. Tunggu satu tahun sebelum berobat

Definisi dari infertilitas memang ketidakmampuan untuk hamil setelah pasangan melakukan hubungan seksual tanpa pengaman. Akan tetapi seseorang tidak perlu menunggu satu tahun jika ingin mencari terapi medis untuk mengatasi masalah infertilitas.

Sebagai contoh, seseorang yang sudah berusia di atas 35 tahun disarankan untuk mencari terapi medis jika tak berhasil hamil setelah berusaha selama enam bulan. Pada kelompok ini, menunggu terlalu lama justru dapat menurunkan kemungkinan untuk hamil melalui terapi pengobatan.

Perempuan yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur dengan panjang siklus lebih dari 35 hari juga cenderung sulit untuk hamil. Pada kelompok ini, perempuan sebaiknya langsung mendapatkan terapi yang dapat meningkatkan kemungkinannya untuk hamil tanpa harus menunggu satu tahun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement