Selasa 23 Jul 2019 17:15 WIB

Bawa Bayinya Naik Pesawat, Tasya Kamila Khawatir Dijulidin

Tasya Kamila khawatir bayinya akan menangis di pesawat.

Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila
Foto: Republika/Christiyaningsih
Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila sempat merasa khawatir akan jadi gunjingan para penumpang lain di dalam pesawat menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia, karena membawa putranya yang masih bayi. Ia khawatir si kecil menangis hingga tangisannya mengusik penumpang lain.

"Aku takut dijulidin (bahan gunjingan) penumpang lain. (Aku) takut bayiku menangis, tapi untungnya enggak. Dia good boy banget. Aku ngerti, sebagai penumpang, orang lain pasti merasa terganggu kan kalau ada yang nangis," kata Tasya saat ditemui usai peluncuran program edukasi pelestarian lingkungan hidup Suntory Mizuiku di Jakarta, Senin.

Penyanyi "Libur Telah Tiba" itu mengaku harus menjalani hubungan jarak jauh dengan sang suami, Randi Bachtiar, yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia. Penyanyi berusia 26 tahun itu pun membawa serta buah hatinya, Arrasya Wardana Bachtiar, yang masih berusia dua bulan ketika menyambangi Randi.

Kekhawatiran Tasya itu muncul menyusul kasus selebritas Angela Gilsha yang mengeluhkan suara tangis bayi di pesawat. Pendapat Angela itu kemudian menjadi perdebatan di media jejaring sosial terkait etika membawa bayi saat naik pesawat.

Tasya mengatakan, telah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi fisik sang anak dalam keadaan sehat. Menurut dokter, Arrasya siap ikut naik di pesawat.

"Aku konsultasi dulu ke dokter, apa saja (perlengkapan) yang harus dibawa kalau bawa bayi naik pesawat. Tapi katanya, bayi aku sehat. Alhamdulillah, jadi (hanya) bawa badan aja," kata pelantun "Anak Gembala" itu.

Tasya lantas memberikan saran kepada calon penumpang pesawat yang akan mengajak bayi. Mereka disarankan untuk memberi susu saat akan lepas landas dan saat akan mendarat.

"Selama masih bisa, susuin aja, tenangin bayinya. Sebenarnya, aku enggak bisa bilang banyak ya karena aku baru dua kali pengalaman bawa bayi naik pesawat, pas berangkat dan pulang. Ketika itu, bayiku masih dua bulan jadi gampang dan kalau rewel tinggal disusuin," ujar alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.

Tasya mengaku terharu karena saat diajak naik pesawat Arrasya tidak rewel.

"Dia ngertiin mamanya banget. Kadang kan dia sewaktu diganti popok kan rewel. Tapi, (saat) itu enggak. Dia happy dan malah saat di atas (dalam pesawat), dia maunya main-main enggak mau disusui. Pas mau landing, dia buang air dan sempat ada turbulance parah. Aku panik banget, tapi dia happy pas diganti popok," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement