Jumat 19 Jul 2019 06:00 WIB

Proses Menyusui Harus Dipersiapkan Sejak Mengandung

Agar lancar menyusui, ibu perlu mempersiapkan diri sejak masih mengandung.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Menyusui bukan hanya memberi nutrisi pada bayi, tapi juga memberinya kedekatan dengan sang ibu. Karena itu ibu menyusui perlu didukung agar bisa memberi ASI yang cukup.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Menyusui bukan hanya memberi nutrisi pada bayi, tapi juga memberinya kedekatan dengan sang ibu. Karena itu ibu menyusui perlu didukung agar bisa memberi ASI yang cukup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika sudah melahirkan, ada saja ibu yang kesulitan menyusui buah hatinya. Padahal, masalah itu bisa dihindari andaikan ibu mempersiapkan diri sejak masih mengandung.

Segalanya berawal dari status gizi bunda selama masa kehamilan. Gizi ibu berperan penting bagi pertumbuhan janin yang sedang dikandung.

Baca Juga

Perlu diingat, masa kehamilan merupakan bagian dari periode 1.000 hari pertama kehidupan yang akan menentukan kualitas kesehatan si Kecil di masa depan. Dalam menjalani proses kehamilan, ibu tentunya harus selalu memerhatikan kebutuhan nutrisi dan persiapan fisiknya. Penting untuk mendukung 1000 hari pertama kehidupan si kecil yang merupakan periode kritis pesatnya pertumbuhan sejak dalam kandungan.

"Kalau ada istilah kebobolan, usia dini, semuanya tetap perlu dipersiapkan. Proses menyusui juga dipengaruhi kondisi ibu selama hamil, kalau nutrisi ibu nggak bener, gimana mau menyususui," kata dokter spesialis kandungan dan kebidanan, Dr dr Ali Sungkar SpOG(K) di Jakarta, Rabu.

Proses persiapan itu disebut juga sebagai antenatal care. Ibu hamil membutuhkan zat gizi dalam jumlah besar (nutrisi makro), seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, zat gizi mikro, seperti asam folat dan zat besi, juga diperlukan.

Ali mengingatkan agar ibu hamil memastikan asupan nutrisi yang cukup di masa kehamilan agar janin yang dikandung tumbuh sehat dan siap di masa depan. Ibu hamil juga memerlukan nutrisi lebih banyak dibandingkan saat tidak hamil.

"Contohnya air, mengibaratkannya gampang, gimana kita mengeluarkan air kalau minumnya tidak cukup. Gimana bayi daapt nutrisi yang baik kalau ibunya makannya tidak benar," kata dokter yang praktik di RS Brawijaya.

Selain bermasalah dengan nutrisi, ada kalanya ibu menyusui juga punya problem dengan puting. Ali menyarankan agar puting keluar sempurna juga dipersiapkan sejak masa kehamilan, tak menunggu bayi lahir.

"Ada alat menyedot puting, tapi harusnya sejak hamil dong," ujar Ali seraya mengingatkan peran suami dalam mempersiapkan sang istri untuk menyusui.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement