Kamis 13 Jun 2019 17:13 WIB

Jawaban Radiohead Bikin Peretas Materi Rekamannya Gigit Jari

Radiohead diminta peretas menebus materi rekamannya senilai 150 dolar AS.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Radiohead
Foto: New Musical Express
Radiohead

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah materi rekaman band rock Radiohead yang belum diperdengarkan telah diretas oleh hacker. Namun, peretas yang meminta tebusan sebesar 150 ribu dolar AS atau setara Rp 2 miliar itu nampaknya harus gigit jari.

Sebab, band asal Inggris itu memilih untuk mengabaikan permintaan tebusan si peretas. Lalu, pada Selasa (11/6) waktu setempat, Radiohead merilis materi rekaman itu ke publik dan akan menjual lagu-lagu itu untuk didonasikan kepada Extinction Rebellion, sebuah organisasi yang fokus memerangi perubahan iklim.

Gitaris Radiohead, Jonny Greenwood, dalam cicitan di akun Twitter-nya menjelaskan, materi rekaman itu berdurasi cukup panjang, yaitu sekitar 18 jam. Materi rekaman itu dicuri dari arsip minidisk sang vokalis, Thom Yorke.

Menurut dia, materi yang diretas cukup langka karena itu adalah versi demo dari album Radiohead 1997 "OK Computer" dan beberapa lagu yang belum dirilis.

"Daripada harus membayar tebusan, kami merilis semua materi 18 jam di berbagai situs musik untuk kemudian kami donasikan kepada Extinction Rebellion," ungkap Greenwood, dilansir AP, Kamis (13/6).

Menurut Greenwood, materi musik itu memang tidak pernah dimaksudkan untuk dirilis. Namun, para penggemar dapat membeli materi musik tersebut seharga 18 dolar AS untuk diunduh 18 hari ke depan.

Sementara itu, Extinction Rebellion juga mengungkapkan ucapan terima kasih atas kepedulian band rock tersebut pada kampanye perubahan iklim. "Kami ucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam kepada Radiohead," demikian kata organisasi tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement