Rabu 05 Dec 2018 12:50 WIB

Ratusan Pelayat Beri Penghormatan Terakhir ke NH Dini

NH Dini memilih tinggal di wisma lansia agar tak merepotkan anaknya.

Jenazah NH Dini disemayamkan di Aula Wisma Lansia Harapan Asri, Jalan Tusam Raya II Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (4/12). Sastrawan ini wafat di RS St Elisabeth Semarang setelah sebelumnya mengalami musibah kecelakaan di ruas tol Tembalang.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Jenazah NH Dini disemayamkan di Aula Wisma Lansia Harapan Asri, Jalan Tusam Raya II Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (4/12). Sastrawan ini wafat di RS St Elisabeth Semarang setelah sebelumnya mengalami musibah kecelakaan di ruas tol Tembalang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ratusan pelayat silih berganti memberikan penghormatan terakhir kepada novelis NH Dini di tempat persemayaman jenazahnya di ruang pertemuan Wisma Lansia Harapan Asri, Kota Semarang, Rabu (5/12). Jenazah penulis bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin itu disemayamkan di Wisma Lansia Harapan Asri sejak Selasa (4/12) malam sebelum dikremasi di Krematorium Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Cucu NH Dini, Aisa R Jusmar, menyebut neneknya sebagai sosok mandiri yang tidak mau merepotkan keluarga. "Beliau sebenarnya sudah beberapa kali diajak tinggal bersama oleh kedua anaknya, tapi beliau lebih memilih tinggal di wisma lansia agar tidak merepotkan," katanya.

Baca Juga

Ia mengatakan NH Dini lama menetap di beberapa wisma lansia. Hampir empat tahun terakhir tinggal di Wisma Lansia Harapan Asri.

"Kendati demikian, keluarga tetap rutin mengunjungi di wisma lansia," ujarnya.

Kepada semua, Aisa memohonkan maaf jika semasa hidup neneknya pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Novelis NH Dini meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan tol dalam Kota Semarang pada Selasa (4/12) siang. Dia meninggalkan dua anak, Marie Claire Lintang dan Pierre Louis Padang Coffin serta empat cucu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement