Sabtu 04 Aug 2018 07:16 WIB

Dokter Ingatkan Manfaat Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak

Bermain bagi anak berarti menciptakan interaksi, bukan satu arah seperti gawai.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Sejumlah anak bermain ayunan di Taman Setu Lembang, Jakarta, Kamis (2/8).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Sejumlah anak bermain ayunan di Taman Setu Lembang, Jakarta, Kamis (2/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bermain bukan sekadar kegiatan biasa untuk anak. Manfaat dari bermain untuk anak, menurut dokter spesialis anak dr Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K) memberikan kontribusi cukup besar untuk tumbuh kembang.

Ada tiga faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu genetik, nutrisi, dan stimulasi. Bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi yang diperlukan anak agar bisa mencapai tahapan-tahapan perkembangan.

"Bermain ini pun  harus yang menyenangkan hati, harus aktif dan ada interaksi dua arah, beda sama main gawai," ujar konsula tumbuh kembang.

Dengan kriteria tersebut, maka bermain untuk anak merupakan keterlibatan aktivitas fisik dan otak. Bukan sekadar bermain dengan gawai, namun melakukan interaksi dengan orang tua pula.

Dengan menerapkan permainan yang sesuai dengan konsep sebenarnya, maka manfaat tumbuh kembang pun akan didapatkan. Dokter Bernie menjelaskan, manfaat secara fisik seperti membentuk kekuatan otot dan meningkatkan fungsi tubuh dengan baik.

Di samping itu, dengan bermain, anak pun terasah kemampuan otaknya. Bahkan, menurut dr. Bernie, bermain memiliki hubungan dengan peningkatan IQ hingga 67 persen.

"Bisa juga mengajarkan konsep ukuran, warna, dan bentuk," kata dokter yang berpraktik di Klinik Brawijaya FX Sudirman.

Baca juga: Keterlibatan Orang Tua Berperan Besar di Kebahagiaan Anak

Namun, yang paling penting, dengan bermain adalah pembentukan ikatan kuat antara orang tua dan anak. Dalam kegiatan itu orang tua pun dapat mengenal karakter anak dalam menghadapi masalah dan kondisi-kondisi lain yang bisa tercipta.

Orang tua juga perlu mencermati lamanya anak bermain. WHO menyarankan agar anak melakukan kegiatan fisik minimal satu jam per hari. Kegiatan tersebut bisa dilakukan di mana saja, namun, menikmati permainan di luar ruangan akan menjadi nilai lebih dalam perkembangan anak.

"Ini bisa menjadi salah satu cara meningkatkan kemampuan sosialisasi anak," kata dr Bernie. Manfaat bermain di luar ruangan yang akan paling terasa pada sikap sosialisasi anak. Ketika berada di luar, anak akan bertemu anak lainnya. Mereka akan berinteraksi dan mengasah kemampuan berkomunikasi.

Contoh saja bermain sepak bola. Ketika anak bermain maka akan melibatkan orang lain, dan mereka harus saling berbagi bola dan mencari strategi agar bisa memasukkan bola ke dalam gawang.

"Anak juga belajar koordinasi juga. Dan ini anak mulai belajar tentang alam agar bisa menghargainya," ujar dr. Bernie yang memaparkan pentingnya bermain di luar ruangan.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini pun mengatakan, memang butuh usaha lebih bagi warga perkotaan untuk mengajak anak main di luar ruangan. Terlebih ruang terbuka masih belum banyak, hanya saja, itu tidak bisa menjadi alasan untuk melakukannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement