REPUBLIKA.CO.ID,
Mengelola Emosi Agar Orang Tua Bisa Asuh Anak dengan Baik
JAKARTA -- Psikolog anak dan keluarga Sani B. Hermawan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menyarankan agar orang tua bisa mengelola emosi dengan baik. Orang tua yang dapat mengelola emosinya dengan baik akan mampu menjalankan tugas dan peran asuhnya dengan maksimal.
"Kalau sudah punya anak, walaupun bukan anaknya (anak kandung), tapi wajib melindungi anak tersebut dan wajib mengatur emosinya agar lebih terkontrol," ujar Sani, Senin (23/2/2026).
Ia juga membagikan kiat bagi orang tua agar lebih jernih dalam bertindak dan berpikir. Orang tua harus fokus menenangkan diri saat emosi terasa bergejolak lewat beragam cara seperti beribadah hingga berbagi cerita dengan orang terpercaya.
"Ya, ketika kita emosi, mestinya bukan fokus pada pelampiasannya, tapi pada menenangkan diri dulu. Makanya ada orang yang akhirnya bisa jalan-jalan dulu, nonton, mendengarkan musik atau sholat dulu, sharing dengan teman, baru akhirnya mencari solusi," jelasnya.
Ia menambahkan, membangun sistem pendukung (support system) menjadi hal yang dapat dilakukan untuk meregulasi emosi sehingga dapat bertindak dengan penuh kesadaran.
Sani juga kembali mengingatkan bahwa orang tua merupakan sosok orang dewasa yang memiliki peran melindungi anak serta bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak. Dengan berperilaku yang tepat, kata dia, orang tua mampu membangun perlindungan dan perkembangan tumbuh kembang anak dengan optimal.
Sementara ketika orang tua memiliki pemikiran yang fokus pada pemenuhan atau penyaluran emosi ketimbang peran sebagai orang tua, maka biasanya emosi akan menjadi tidak terkontrol.
"Karena balik lagi, yang dipikirkan adalah penyaluran emosinya. Nah, orang tua tersebut pada akhirnya tidak bisa melihat dari sisi anak bahwa anak itu bukan alat, bukan target penyaluran emosi. Ini juga yang membuat situasi menjadi lebih parah ketika orang tua tidak tahu menyalurkan emosi secara matang," demikian dijelaskan Sani.