Selasa 03 Jul 2018 05:58 WIB

Alasan Ilmiah Manusia Senang Meletuskan Bubble Wrap

Meletuskan bubble wrap membantu otak beristirahat dari berpikir keras.

Rep: Noer Q Kusumawardhani/ Red: Indira Rezkisari
Bubble wrap.
Foto: ist
Bubble wrap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siapapun yang memegang lembaran bungkus gelembung (bubble wrap) tanpa sadar akan meletuskannya. Sesuai ilmu pengetahuan ada tiga alasan yang dapat menjelaskan dorongan tidak terkendali untuk meletuskan pembungkus gelembung ini.

Alasan nomor satu, seperti yang dikutip dari Times of India, studi menunjukkan menyimpan sesuatu yang kecil di tangan pasti membuat Anda gelisah, terutama jika bekerja di bawah tekanan. Tangan Anda pun sibuk dengan benda-benda kecil yang menenangkan dan meredakan ketegangan saraf.

Pembungkus gelembung ini membantu beristirahat sejenak dari berpikir keras. Namun, masih dalam konsentrasi yang sama. Misalnya jika Anda membaca artikel atau penelitian dan meletuskan pembungkus gelembung, kemungkinan Anda akan lebih banyak fokus ke gelembung.

Baca juga: Sehatkah Makan Telur Setiap Hari? Ini Jawabannya

Alasan nomor dua adalah mengurangi ketegangan otot. Psikolog Robert E. Thayer menjelaskan ketika orang stres, mereka cenderung meluangkan waktu sejenak untuk memahami tindakan mereka. Selama kondisi itu mereka tanpa sadar menekan jari, melakukan gerakan dengan kaki, atau meletuskan pembungkus gelembung.

Selain itu, alasan ketiga adalah meletuskan gelembung berkaitan dengan orgasme otak. Saat meletuskan gelembung, otak mendapat kepuasan yang sama seperti ketika berhubungan seks.

Deccan Chronicle mendefiniskan ini sebagai ASMR atau autonomous sensory meridian response. Yakni sensasi yang berbeda dan menyenangkan di kepala, kulit kepala, punggung atau daerah perifer tubuh dalam menanggapi ransangan. Namun,kepuasan ini berbeda, karena  memberikan sinyal pada otak untuk melepaskan hormon bahagia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement