Senin 02 Jul 2018 12:07 WIB

Makan Hanya Sampai Sore Rahasia Cegah Perut Buncit

Ahli nutrisi juga meyakini berpuasa juga membantu kerja bakteri baik dalam usus

Rep: Christiyaningsih/Dwina Agustin/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pelaku diet
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pelaku diet

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menjaga perut agar tetap rata dan tidak buncit berawal dari kedisiplinan gaya hidup dan pola makan. Tahukah anda berdasarkan riset terbaru pola makan yang sehat salah satunya dicapai dengan membatasi waktu makan dari pagi sampai sore. 

Penelitian menyebut membatasi makan dari pukul 10.00 sampai 18.00 sangat disarankan bagi mereka yang mendambakan perut rata. Riset yang dipublikasikan di jurnal Nutrition and Healthy Aging bulan Juni itu menerangkan pembatasan jam makan bisa membantu mengurangi berat badan. Tak perlu repot-repot menghitung jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Asalkan membatasi makan hanya selama delapan jam, orang dewasa bisa mengurangi berat badan lebih banyak daripada mereka yang punya jendela makan 10 sampai 11 jam per hari. 

Dilansir dari Daily Mail, terapis nutrisi Jeannette Hyde mengatakan makan dengan batas waktu juga dapat mencegah perut kembung. Penulis The Gut Makeover itu juga memberikan beberapa tips tambahan demi memperoleh bentuk perut yang rata. Di antaranya adalah mengubah kebiasaan diet dan makan. 

"Makanlah hanya pada saat matahari masih bersinar. Sistem pencernaan bekerja paling prima pada saat itu. Pada malam hari, pencernaan melambat sehingga bisa menyebabkan masalah di perut," ungkap Hyde. 

Menurutnya, setelah makan sebaiknya kita juga jangan langsung tidur. Setidaknya berikan jeda 2,5 jam antara waktu makan dengan waktu tidur. "Kontraksi yang menggerakkan makanan di pencernaan akan melambat di malam hari yang bisa memicu masalah pencernaan dan perut kembung," tegasnya. 

Dengan hanya membuka jendela makan selama sekitar delapan jam sehari, artinya seseorang akan berpuasa 12 hingga 14 jam ke depan. Hyde menuturkan dalam program penurunan berat badan waktu makan yang tepat jauh lebih penting daripada apa yang dimakan. "Makan dengan batas waktu tertentu membuat anda tidak perlu menghitung kalori," ungkap Hyde. 

Selain membantu menurunkan berat badan, berpuasa selama 12 jam juga membantu kerja bakteri baik dalam usus. Sehingga, keberadaan bakteri-bakteri baik tersebut bisa meningkatkan kualitas metabolisme dan menyeimbangkan hormon yang menyebabkan rasa lapar. "Sangat mudah menerapkan jendela makan. Katakanlah anda terakhir makan pukul 19.00 maka anda baru boleh makan lagi besok pagi pukul 07.00," jelasnya. 

Akan tetapi, membatasi waktu makan saja belum cukup. Ada baiknya anda juga mengonsumsi kefir yang ternyata mengandung miliaran bakteri baik untuk usus. Menyantap aneka buah dan sayur, membatasi asupan gula, serta mencoba mengeliminasi gluten juga disarankan demi memperoleh berat tubuh yang ideal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement