Sabtu 30 Jun 2018 07:44 WIB

Hindari 5 Makanan Ini untuk Tekan Risiko Arthritis

Arthritis merupakan penyakit radang sendi yang bisa menyerang beragam usia.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Arthritis merupakan peradangan yang terjadi di persendian tulang.
Foto: health.com
Arthritis merupakan peradangan yang terjadi di persendian tulang.

REPUBLIKA.CO.ID, Arthritis atau peradangan sendi bisa menyerang orang dari segala usia. Di Inggris, angka pengidapnya mencapai 10 juta jiwa. Gejalanya termasuk rasa nyeri, bengkak, dan gerakan sendi yang terbatas.

Kabar baiknya, pasien bisa mengurangi rasa sakit arthritis dengan menyesuaikan pola makan. Menghindari konsumsi berlebih makanan berikut juga terbukti menekan risiko terserang arthritis.

Gula

Arthritis Foundation di AS menyoroti bahwa kudapan manis menyebabkan peradangan yang mengarah pada arthritis. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, gula olahan juga memicu pelepasan sitokin yang memicu inflamasi.

 

Lemak jenuh

Studi mengungkap bahwa lemak jenuh memicu peradangan jaringan lemak, indikator terjadinya penyakit jantung yang juga memperburuk arthritis. Beberapa makanan sumber lemak jenuh termasuk pizza, keju, daging merah, susu, dan pasta.

Asam lemak omega-6

Asam lemak esensial ini diperlukan tubuh untuk tumbuh kembang. Omega-6 bisa didapat dari minyak bunga matahari, saus salad, dan mayones. Di lain sisi, konsumsi berlebih omega-6 justru memicu tubuh memproduksi bahan kimia pro-inflamasi.

Karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan adalah salah satu kontributor besar untuk obesitas alias kelebihan berat badan. Pada akhirnya, kondisi itu memberikan teknan ekstra pada sendi sehingga menyebabkan gejala nyeri yang menyakitkan.

MSG

Aditif makanan mono-sodium glutamate (MSG) biasa ditemukan pada makanan cepat saji, kecap, hingga saus salad. Sebaiknya, jangan konsumsi MSG berlebihan karena zat ini dapat memicu peradangan kronis, dikutip dari laman Express.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement