Rabu 06 Jun 2018 11:06 WIB

Momen Tersedih dalam Hidup Jada Pinkett Smith

Merelakan anak menjadi mandiri merupakan momen yang tak mudah sebagai orang tua.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Jada Pinkett Smith
Foto: EPA
Jada Pinkett Smith

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Bagi Jada Pinkett Smith, ditinggalkan anaknya adalah salah satu momen paling memilukan dalam hidupnya. Dia harus merelakan Jaden Smith untuk tidak tinggal bersamanya lagi.

Jada ingat bagaimana putranya yang sulung meminta untuk meninggalkan rumah mereka ketika dia berusia 15 tahun. Hari itu sangat diingatnya sebab menjadi momen paling menyedihkan dalam hidupnya. Menurut laporan pada awal 2017, Jaden secara resmi pindah dari rumah keluarga dan ke rumahnya sendiri.

"Kau sampai pada titik di sini. Kau langsung mengatakannya padaku kau seperti, Bu, aku harus pergi dari sini untuk menjalani hidupku," kata istri Will Smith itu, dikutip dari E! News, Rabu (6/6).

Meski diliputi perasaan sedih, Jada mengetahui, keputusan itu telah tepat. Anak pertamanya itu memang sudah waktunya untuk merasakan hidup di luar rumah dan tidak lagi tinggal bersama orang tuanya.

photo
Jaden Smith

Terlepas dari perasaannya, ibu dua anak yang terkenal itu tidak terkejut dengan permintaan Jaden. Sebab, dia pernah memberitahu Will kalau mereka akan beruntung kalau dia bisa bertahan di rumah hingga usai 16 tahun.

"Aku berkata, kami akan beruntung menyimpannya di rumah sampai dia berumur 16 tahun karena dia sangat dewasa. Dia benar-benar bisa mengatur hidupnya sendiri," kata pemeran Girls Trip itu.

Jada menyadari, semakin cepat dia melepas anaknya untuk hidup mandiri, maka semakin cepat dia akan kembali. Dengan tidak berada di rumah, anak akan mencoba belajar menghargai keberadaan orang tua di rumah. Sehingga bisa menghasilkan waktu berkualitas ketika bersama. "Setiap anak membutuhkan sesuatu yang berbeda," kata Jada.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement