Selasa 13 Mar 2018 04:50 WIB

Ketahui Tanda Khas Sariawan

Wanita lebih berisiko terserang sariawan daripada pria.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Menjaga kesehatan mulut sangat penting agar terhindar dari penyakit seperti sariawan.
Foto: Wikipedia
Menjaga kesehatan mulut sangat penting agar terhindar dari penyakit seperti sariawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat tergigit bagian dalam mulut biasanya kemudian muncul rasa sakit dan merah yang sangat menggangu. Itulah yang disebut dengan sariawan.

Tapi faktanya tidak semua rasa sakit dan merah di mulut adalah sariawan. Sariawan harus ditandai dengan ciri khusus.

Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, Drg Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, PhD mengakui memang setiap orang dalam hidupnya minimal satu kali pernah mrngalami sariawan. Penyebab paling umum adalah tergigit, bisa juga karena stres dan jelang menstruasi.

Menurut awam, sariawan adalah semua luka di rongga mulut. Dalam terminologi medis disebut stomatitis aphtosa. Jika sariawan muncul berulang-ulang atau lebih dari tiga kali setahun maka disebut rekuren (SAR). Dan sariawan muncul di mulut tanpa disertai demam. "Kalau disertai demam bukan sariawan biasa ada keterlibatan virus," ungkapnya.

Sariawan menyerang dari usia anak-anak hingga lanjut usia. Namun jumlah penderita sariawan lebih banyak wanita daripada pria. Dan insidensinya semakin meningkat seiring dengan peningkatan sosial ekonomi. "Makin kaya makin mungkin sariawan." Risiko sariawan juga meningkat pada pasien yang berhenti merokok.

Ia menjelaskan tanda khas sariawan, bentuknya harus seperti kawah. "Kalau bukan gambar cekungan bukan sariawan. Apalagi bintil-bintil bukan sariawan. Tidak semua di mulut sariawan," ujarnya.

Selain itu, sariawan bentuknya bulat atau oval. Pinggirnya merah yang menunjukkan adanya peradangan. Dasar muka putih kekuningan.

Sariawan juga berupa inflamantory jadi harus terasa sakit. Kalau tidak sakit mungkin bukan sariawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement