Rabu 10 Jan 2018 16:48 WIB

Pesan Amerika Terbuka Diharap Naikkan Turis di Era Trump

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari
Grand Canyon, salah satu obyek wisata populer di Amerika Serikat.
Foto: flickr
Grand Canyon, salah satu obyek wisata populer di Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Para pelaku industri pariwisata di Amerika Serikat berkoalisi untuk mengatasi turunnya kunjungan turis sepanjang 2017 silam. Dilansir dari laman Fox News, sejumlah pemangku kepentingan di sektor pariwisata bekerja sama agar tahun ini jumlah wisatawan asing kembali meningkat.

Jonathan Grella selaku Executive Vice President of Public Affairs di US Travel Association menganalogikan merosotnya jumlah turis sebagai 'alarm bangun tidur yang tak dapat dielakkan'. Menurutnya kondisi ini perlu menjadi sorotan nasional.

Koalisi pelaku pariwisata berencana meluncurkan tagline 'Visit US'. Tujuannya sebagai pesan kepada masyarakat dunia bahwa AS sangat terbuka bagi siapapun. Penjelasan lebih detil soal konsep ini baru akan dijabarkan pekan depan. The American Hotel & Lodging Association dilaporkan ikut ambil bagian dalam koalisi tersebut.

Sejumlah spekulasi merebak terkait turunnya jumlah turis ke AS. Salah satunya yang dituding adalah kebijakan Presiden Trump yang mengkritik imigran Meksiko dan melarang warga negara-negara Muslim menginjakkan kaki di AS. Pandangan lain menyebut faktor nilai tukar dolar AS dan pertimbangan keamanan penerbangan ke AS turut berkontribusi terhadap berkurangnya wisatawan asing.

Kendati Grella tak secara spesifik menyalahkan kebijakan anti imigrasi Trump, ia berharap di masa yang akan datang Gedung Putih bisa bersikap lebih adil. "Kami ingin datang ke tempat di mana administrasinya menyatakan tidak ada pintu untuk terorisme namun selalu ada tempat untuk bisnis," kata Grella.

Di semester pertama 2017, turis yang datang ke AS turun empat persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data dari The National Travel and Tourism Office mencatat pada 2017 kunjungan turis asing sebanyak 41 juta orang. Pada Juli saja, kunjungan wisatawan mancanegara merosot 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement