Jumat 22 Dec 2017 02:12 WIB

Menpar Proyeksikan Jumlah Wisman Capai 14 Juta

Wisatawan mancanegara menyusuri gua di Kalisuci Cave Tubing, Desa Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis (14/9).
Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Wisatawan mancanegara menyusuri gua di Kalisuci Cave Tubing, Desa Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis (14/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memproyeksikan jumlah kunjungan wisman akan mencapai 14 juta wisman dari Januari hingga Desember 2017.

Menpar Arief Yahya dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (21/12), menjelaskan posisi pariwisata Indonesia pada Januari-Oktober 2017 tumbuh 24 persen. "Angka ini telah menempatkan Indonesia dalam 20 besar negara-negara dengan pertumbuhan tertinggi," katanya.

Dibandingkan negara tetangga, Indonesia masih lebih unggul misalnya dari Malaysia yang hanya tumbuh 0,87 persen pada Januari-Mei 2017, Singapura 3,83 persen pada Januari-Juli 2017, Thailand 6,69 persen pada Januari-Oktober 2017, sedangkan Vietnam mengungguli Indonesia tumbuh 25,2 persen pada Januari-November 2017.

"Pertumbuhan pariwisata Indonesia sebesar 24 persen, jauh di atas pertumbuhan pariwisata regional ASEAN 7 persen dan pariwisata dunia 6,4 persen, ini menguatkan keyakinan kita untuk meraih target pada 2018 sebesar 17 juta wisman," kata Arief Yahya.

Ia pun berharap kondisi Bali segera pulih kembali dengan mengingat "Great Bali" merupakan pencetak wisman terbesar kontribusinya 40 persen terhadap pariwisata nasional.

Arief menjelaskan, capaian angka sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari hingga Oktober 2017 secara kumulatif sebesar 11.617.828 wisman atau tumbuh 24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebanyak 9.403.614 wisman. Sebelumnya, Indonesia menargetkan mampu menjaring 15 juta wisman sepanjang tahun ini.

Mobilitas Wisnus

Sementara terkait pergerakkan wisatawan nusantara, Menpar Arief Yahya memaparkan perkiraan realisasi pergerakan wisnus yang pada Oktober 2017 sebanyak 25.077.000 wisnus dengan pengeluaran mencapai Rp22,92 triliun.

Sedangkan secara kumulatif Januari-Oktober 2017 sebanyak 252.569.465 pergerakan wisnus dengan pengeluaran sebesar Rp 230,91 triliun.

Capaian wisnus pada Januari-Oktober 2017 lebih tinggi 14 persen dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 221,5 juta wisnus.

Menurut Menpar yang menarik dari pergerakan wisnus adalah moda transportasi udara yang digunakan wisnus bertambah pada Oktober 2017 jumlah penumpang udara domestik sebanyak 7.523.100 orang, sehingga perkiraan realisasi wisnus yang menggunakan angkutan udara sebanyak 2.256.930 pergerakan. "Tahun ini target 265 juta pergerakan wisnus optimistis akan terlampaui," kata Arief Yahya.

Pada November target pergerakan wisnus sebesar 19,5 juta dan Desember 2017 sebesar 24 juta, sedangkan angka prognosis wisnus pada bulan sebelumnya antara 20 juta hingga 27 juta.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement