Selasa 05 Dec 2017 21:44 WIB

Kuliner Indonesia Diminati di Pakistan

Sate ayam, kuliner khas Indonesia
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Sate ayam, kuliner khas Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua stan Indonesia yang dikelola Dharma Wanita Persatuan KBRI Islamabad, Pakistan menampilkan kerajinan tangan dengan motif batik seperti ukiran kayu, kipas, tas, topi, sarung bantal, menjadi incaran para pembeli pada bazar amal tahunan Pakistan Foreign Office Woman's Association (PFOWA), hingga diburu pengunjung.

Keterangan dari KBRI Islamabad di Jakarta, Selasa (5/12), menyebutkan stan makanan tidak kalah ramai pengunjung. Aroma sate ayam Madura dengan saus kacang yang lezat, menggoda para pecinta kuliner untuk mencicipinya. Tanpa ragu pengunjung asal Pakistan dan warga asing rela antri untuk seporsi nasi goreng atau semangkuk panas bakso.

Tak heran jika sate ayam dan nasi goreng masuk peringkat makanan terfavorit dunia sesuai voting CNN, karena kedua sajian itu pun segera ludes.

Duta Besar RI Iwan Suyudhie Amri yang mengikuti dari dekat kegiatan bazar mencatat diminatinya kuliner dan kerajinan khas Indonesia adalah bukti kekuatan soft diplomacy. "Dengan penyajian makanan yang menarik, penataan stan yang baik, maka stan bazar akan menjadi sarana promosi Indonesia yang sangat efektif," katanya.

PFOWA Annual Charity Bazaar 2017 merupakan bazar amal tahunan yang diselenggarakan oleh para diplomat wanita Pakistan.

Dana yang terkumpul dalam kegiatan tersebut digunakan untuk kegiatan sosial, seperti membantu korban gempa bumi, korban aksi terorisme dan juga untuk beasiswa pendidikan bagi keluarga miskin.

Ibu Negara Begum Mehmooda Mamnoon Hussain yang membuka secara resmi Bazaar PFOWA 2017 mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk tangung jawab masyarakat terhadap sesama seraya melakukan diplomasi secara informal dan sekaligus meningkatkan harmoni dan persaudaraan antarbangsa.

Sementara itu Sekretaris Kementerian Luar Negeri, Tehmina Janjua, mengatakan penyelenggaraan bazar tahun ini adalah untuk memperingati ulang tahun ke-70 berdirinya PFOWA pada tahun 1947 oleh Shaista Ikramullah, diplomat wanita terkemuka Pakistan.

Bazaar amal PFOWA yang diadakan di halaman Kemlu Pakistan dan dihadiri oleh sekitar 10.000 orang merupakan sebuah "cultural hub" dengan memamerkan aneka ragam kerajinan dan makanan khas yang disajikan komunitas diplomatik dari berbagai negara seperti Azerbaijan, Afrika Selatan, Bangladesh, China, Filipina, Indonesia, Malaysia, Mesir, Nepal, Iran, Jepang, Republik Kirgistan, Rusia, Kuba, Lebanon, Palestina, Portugal, Rumania, Saudi Arabia, Sri Lanka, Sudan, Thailand, Tajikistan, Tunisia, Turki, Uzbekistan, dan Yaman.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement