Kamis 16 Nov 2017 00:28 WIB

Mandi Safar di Air Hitam Laut, Ratusan Warga Nyebur ke Laut

Warga mengarak menara adat di Pantai Babussalam saat pelaksanaan Tradisi Mandi Safar 1439 Hijriah di Air Hitam Laut, Sadu, Tanjungjabung Timur, Jambi, Rabu (15/11).
Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Warga mengarak menara adat di Pantai Babussalam saat pelaksanaan Tradisi Mandi Safar 1439 Hijriah di Air Hitam Laut, Sadu, Tanjungjabung Timur, Jambi, Rabu (15/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Ratusan warga dari sejumlah daerah menceburkan diri ke laut Pantai Timur Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, Rabu, untuk menjalankan prosesi ritual adat 'mandi safar' yang menjadi tradisi di kabupaten itu. Acara adat mandi safar dipusatkan di Pantai Babussalam di Desa Air Hitam Laut, Kabupaten Tanjungjabung Timur, yang merupakan pantai timur Sumatra di Jambi.

Ritual adat itu mampu menyedot antusias masyarakat untuk menceburkan diri ke laut. Bagi sejumlah warga setempat, mandi safar merupakan tradisi adat guna memohon doa kepada Yang Maha Kuasa agar terhindar dari bahaya dan penyakit. Mereka mensucikan diri dari dosa dengan menceburkan diri ke laut.

"Acara adat tersebut sudah menjadi tradisi kami, sehingga kami sekeluarga setiap tahun selalu datang ke pantai ini untuk mandi safar," kata warga setempat, Aziz, yang ditemui di lokasi.

Sebelum prosesi inti acara adat, masyarakat desa setempat secara bersama-sama menggotong rakit yang di atasnya terdapat menara adat. Pada masing-masing sisi menara adat itu juga terdapat telur masak yang telah dihias beraneka macam warna. Kemudian telur tersebut dilemparkan kepada warga yang telah menunggu di bawah.

Pengunjung yang akan mengikuti ritual itu sebelumnya dibagikan kain putih dan daun untuk mengikat kepala. Rangkaian prosesi acara adat itu juga diikuti oleh Wakil Gubernur Jambi Fachrori Utara dan bupati setempat Romy Harianto.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement