Sabtu 04 Nov 2017 06:02 WIB

Belajar Sambil Menikmati Alam di Faunaland

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Andri Saubani
Satwa dari berbagai penjuru dunia yang berada di Faunaland, Ancol. Jumat (3/11).
Foto: Republika/Inas Widyanuratikah
Satwa dari berbagai penjuru dunia yang berada di Faunaland, Ancol. Jumat (3/11).

REPUBLIKA.CO.ID, Belajar tidak harus melulu di dalam ruangan. Belajar juga tidak harus melulu mengenai teori tentang hal-hal yang sulit dibayangkan. Belajar bisa dengan cara yang seru yaitu terjun langsung ke lapangan dan bertemu hal yang kita pelajari tanpa perantara. Tapi, apakah ada media belajar yang demikian?

Salah satu tempat yang baik untuk belajar secara langsung ternyata ada di tempat yang dikenal banyak masyarakat. Tepatnya, Faunaland yang terletak di dalam Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Kebun binatang dengan luas lima hektare ini memiliki beragam satwa baik dari dalam maupun dari luar negeri. Beberapa satwa pun bisa melakukab interaksi secara langsung dengan pengunjung.

MC dan Bird Trainer, Trendy Wijaya mengungkapkan, konsep yang diusung oleh Faunaland adalah edukasi. Sehingga, tujuan utamanya memberikan pembelajaran bagi pengunjung tentang fauna.

"Jadi memang tujuan dari Faunaland adalah untuk edukasi, sehingga kita enggak memperlihatkan yang seperti sirkus, tetapi kita memperlihatkan bagaimana sih hewan-hewan ini kalau di alam liar. Misalnya bagaimana cara burung-burung makan, dan sebagainya," ujar Trendy.

Faunaland dibagi menjadi tiga zona. Zona pertama adalah taman burung, petting zone atau tempat hewan mamalia, dan bagian karnivora. Saat ini, beberapa bagian Faunaland sedang dalam tahap renovasi. Hal ini dikarenakan, akan segera hadir fauna baru. Selain itu, ke depannya akan dibuat wisata air yang mengitari Faunaland menggunakan kapal River Cruise.

Di taman burung, terdapat berbagai jenis burung baik lokal ataupun dari luar negeri. Beberapa burung pun dilepas dan pengunjung diizinkan untuk foto bersama. Faunaland menyediakan pengawas burung yang akan menjaga keamanan baik pengunjung ataupun burung ketika saling berinteraksi.

"Sering ada pertanyaan, apa ini burungnya enggak kabur. Ya kalau itu risiko sih. Tapi burungnya sudah kami latih supaya jinak. Di sini persediaan makanannya juga cukup," kata Trendy.

Masuk lebih dalam, pengunjung akan memasuki petting zone atau tempat banyak mamalia herbivora. Seperti burung, hewan yang terdapat di tempat tersebut berasal dari berbagai belahan di dunia. Salah satunya adalah kuda poni yang didatangkan dari Inggris.

Selain itu ada juga kangguru putih yang berasal dari Selandia Baru. Namun, semua hewan tersebut tidak dilepas seperti beberapa burung. Walaupun demikian, pengunjung masih tetap bisa berinteraksi dengan mereka melalui memberi makan pada hewan-hewan tersebut. Faunaland pun menyediakan alat yang bisa digunakan pengunjung untuk memberi makan satwa yang menggemaskan itu.

Selain memberi makan hewan, pengunjung juga bisa melakukan interaksi bentuk lainnya khususnya dengan kuda mini. Kuda mini tersebut biasa dinaiki anak-anak dengan bantuan seorang trainer. Kemudian, terdapat juga beberapa kelinci yang seringkali menjadi favorit anak-anak. Pada waktu tertentu, kelinci tersebut akan di lepas dan dibiarkan bermain bersama anak-anak.

Sebelum memasuki wilayah karnivora, kita disambut dengan dua ekor Kura-kura Aldabra. Masing-masing berusia 25 dan 70 tahun. Trendy mengatakan, kura-kura jenis ini bisa hidup hingga 250 tahun. Semakin tua usia kura-kura, ukuran dan bobot tubuhnya pun juga akan bertambah besar. Kura-kura tersebut memang bertubuh kuat, namun dilarang keras menaiki mereka karena menurut Trendy, hal tersebut tidak menunjukkan rasa cinta kita pada hewan.

"Kita melarang bagi pengunjung menaiki kura-kura, karena kita harus mencintai binatang," tutur Trendy.

Untuk menjaga keamanan kura-kura, Faunaland memberikan pengawasan ekstra. Pihak Faunaland berusaha menjaga jangan sampai ada pengunjung yang menaiki kura-kura, baik itu dewasa atau anak-anak.

"Kalau lagi ramai, kita kasih penjagaan ekstra ketat di sini. Jangan sampai ada pengunjung yang naik ke atas kura-kuranya," lanjut Trendy.

Setelah belajar memahami kura-kura, pengunjung akan memasuki wilayah karnivora. Terdapat tiga singa putih dewasa, dua betina dan satu jantan, yang tidur pada siang hari. Sementara, dua singa putih muda yang berusia sembilan bulan ditempatkan di dekat kandang singa putih dewasa.

Beberapa pekan lalu, Faunaland juga berhasil mengembang biakan seekor singa putih yang saat ini berusia hampir dua pekan. Namun, singa putih termuda tersebut belum bisa diambil fotonya karena masih sangat sensitif.

Trendy menambahkan, hingga saat ini, Faunaland telah berhasil mengembangbiakan berbagai fauna. "Ada kuda poni, keledai, singa, landak jawa, dan angsa yang sudah berhasil berkembang biak di sini," kata dia.

Selain di Faunaland, perkembangbiakan fauna juga berada di daerah Cibubur. Namun, tempat tersebut khusus sebagai tempat penangkaran dan tidak dibuka untuk umum. Berbeda dari Faunaland yang memang dibuka sebagai tempat edukasi tentang binatang.

Salah satu daya tarik lain Faunaland adalah tempat Animal Show yang menampilkan keahlian burung. Kembali ke tujuan awal Faunaland sebagai tempat edukasi, Animal Show menggunakan konsep "Natural Behaviour" dan menunjukkan pengetahuan tentang burung dan bagaimana kehidupan mereka di alam liar.

Selain mempelajari fauna, pengunjung Faunaland juga bisa menikmati kekayaan Budaya Papua. Pahatan-pahatan asli Suku Asmat berdiri di bagian-bagian Faunaland. Ornamen tersebut makin menambah suasana alami bagi pengunjung.

Faunaland berada di dalam Ecopark. Jam buka tempat wisata tersebut adalah setiap hari. Senin sampai Jumat pukul 09.30 hingga 08.00 WIB. Sedangkan di Sabtu, Ahad, dan hari libur pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement