Jumat 03 Nov 2017 18:58 WIB

Kesalahan Umum Merawat Wajah Menurut Dermatolog

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari
Perawatan kulit wanita
Foto: Republika/Prayogi
Perawatan kulit wanita

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Simpang-siur informasi di internet bisa menjadi awal dari bencana perawatan kulit. Pasalnya, laman berbagi video dan media sosial menawarkan beragam tips merawat wajah dan rekomendasi pilihan produk, tetapi belum tentu semuanya terjamin.

Dermatolog Australia Dr Eleni Yiasemides mengingatkan untuk tidak langsung menerima kiat-kiat yang beredar di internet begitu saja. Ia juga membagikan lima kesalahan umum yang kerap dilakukan kaum hawa saat merawat wajah, dikutip dari laman Daily Mail.

Tidak memakai tabir surya

Yiasemides mengatakan, 90 persen tanda penuaan dan kerusakan kulit disebabkan oleh paparan sinar matahari langsung. Ini bisa dihindari dengan menggunakan tabir surya dengan SPF 50 yang melindungi kulit dan mengurangi risiko kanker.

Membersihkan wajah berlebihan

Kulit mengandung minyak alami dan protein yang menjadi tameng saat berada di lingkungan manapun. Membersihkan muka terlalu sering dalam sehari, apalagi dengan sabun dengan formula keras, bisa membuat pelindung alami kulit menjadi terkikis.

Memencet jerawat

Tahan diri untuk tidak memencet jerawat atau mencungkil komedo di hidung karena bisa menimbulkan luka parut dan perubahan pigmentasi kulit. Dermatolog lebih menganjurkan untuk menghilangkannya dengan krim, tablet, laser, terapi cahaya, atau masker jerawat.

Ingin hasil instan

Kesalahan besar jika para perempuan mengharapkan hasil instan saat memakai produk atau menerapkan program perawatan kulit tertentu. Bahkan, pola makan sehat dan minum air teratur disebut Yiasemides tidak memberikan dampak drastis pada kulit jika dilakukan tanpa langkah perawatan lain.

Menggunakan produk yang salah

Jangan mudah tergoda membeli kosmetik karena ajakan teman atau melihat iklan. Satu rangkaian produk tidak selalu berdampak sempurna bagi semua individu sehingga dianjurkan untuk terlebih dahulu mengenali jenis kulit atau berkonsultasi dengan dermatolog.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement