Jumat 27 Oct 2017 20:10 WIB

Ratusan Memorabilia Prince Dipamerkan di London

Memorabilia Prince. Ilustrasi
Foto: The Guardian
Memorabilia Prince. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON  -- Lebih dari 200 memorabilia milik penyanyi Prince dipamerkan di Arena O2 London. Pameran bertajuk My Name is Prince itu digelar untuk memperingati mendiang Prince, yang meninggal pada 2016.

Seperti dilansir Reuters, memorabilia yang ditampilkan termasuk gitar modifikasi, patung penghargaan, catatan lirik tulisan tangan, dan kostum yang rumit yang pernah dipakai Prince dalam video musik dan film yang menampilkan dirinya. Semua itu diboyong dari Paisley Park, kompleks rekaman di Minnesota yang dibangun Prince pada 1985.  

Angie Marchese, direktur arsip di kompleks penyanyi Paisley Park mengatakan, melalui pameran ini panitia berharap bisa memberi pengunjung sekilas tentang sisi pribadi penyanyi yang terkenal itu.

"Tentang siapa dia sebagai teman, teman band, saudara laki-laki. Kami juga berharap bisa menceritakan sedikit cerita itu sebaik mungkin," kata Marchese.

Di antara hal-hal yang menarik dari barang yang dipajang adalah setelan ungu yang dikenakan penyanyi tersebut di sampul album "Purple Rain", gitar "cloud" yang terkenal dan koleksi besar sepatu bertumit tinggi.

Pameran yang berlangsung hingga 7 Januari 2018 tersebut diadakan di sebuah tempat yang sangat erat dengan penyanyi tersebut, O2 London. Pada 2007, Prince manggung selama 21 malam di arena itu, bermain untuk 450 ribu penggemarnya.

Pameran tersebut telah mendapat persetujuan dari keluarga Prince yang masih hidup, meski bagi saudara perempuan Tyka Nelson, berkunjung ke sana merupakan pengalaman emosional. "Saya tidak dapat melakukan 10-15 langkah sebelum saya mulai menangis dan harus keluar lagi," katanya saat pertama kali masuk ke pameran. "Itu sulit," ujarnya.

Prince menjual lebih dari 100 juta rekaman selama 40 tahun karirnya. Dia memenangkan tujuh penghargaan Grammy, dan Oscar untuk latar musik film 1984 "Purple Rain". Ia meninggal karena overdosis obat terlarang pada 2016.  

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement